BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, mengakui adanya sejumlah penolakan terhadap petugas sensus ekonomi di lapangan selama minggu berjalan ini. Meski begitu, ia berharap masyarakat Kotim dapat menerima kehadiran petugas dengan baik serta memberikan data yang jujur dan lengkap.
“Dalam minggu berjalan ini ada penolakan yang kami temukan. Harapan kami masyarakat Kotim bisa menerima petugas kami dengan baik,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Sensus Ekonomi dimulai sejak 15 Juni 2026. Saat ini sensus tersebut telah berjalan delapan hari. Dari pelaksanaan itu, masih ada saja masyarakat sebagai responden menolak untuk di data.
Ia menambahkan bahwa isu penolakan di wilayah Kotim cukup tinggi, sehingga penting bagi semua responden atau keluarga, termasuk yang memiliki usaha, untuk tetap didaftarkan dan diberi data yang akurat.
"Kami juga menerima langsung laporan terkait ketidaknyamanan masyarakat akibat kedatangan petugas BPS di waktu yang tidak tepat. Kami ucapkan permohonan maaf jika kedatangan petugas kami dinilai mengganggu, namun pada dasarnya mereka melaksanakan tugasnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa apabila kondisi tidak memungkinkan, pendataan bisa ditunda dengan memberitahukan kepada petugas agar dapat dijadwalkan ulang.
“Jika petugas kami datang namun kondisinya tidak memungkinkan, nanti bisa ditunda. Sampaikan saja ke petugas kami, saya belum bisa didata sekarang, tolong diatur ulang waktunya,” terang Eddy.
Menurutnya, pendataan harus dilakukan pada seluruh target agar data yang terkumpul dapat menjadi landasan kebijakan ekonomi yang efektif bagi daerah.
“BPS harus mendata semua. Harapannya responden bisa menerima kami dengan memberikan data yang jujur,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya data sensus ekonomi untuk mendukung pembuatan kebijakan ekonomi, terlebih di tengah kondisi saat ini yang terdampak berbagai situasi sulit.
“Data ini sangat berguna untuk kebijakan bidang perekonomian kita. Ini momentum yang tepat dengan kondisi saat ini yang terdampak berbagai hal, sehingga pemerintah mendapat informasi yang bagus dari sensus ekonomi ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut terhadap petugas BPS yang datang, karena mereka selalu mengenakan atribut resmi dan membawa surat tugas yang wajib ditunjukkan.
“Pesan pentingnya untuk masyarakat, jangan khawatir dengan petugas kami. Pertama mereka menggunakan atribut BPS, kemudian membawa surat tugas, itu wajib. Jadi masyarakat bisa memastikan itu, masyarakat bisa meminta petugas untuk menunjukkan surat tugas tersebut,” pungkas Eddy. (DEVIANA/y)









