BORNEONEWS, Kuala Kapuas - "Sampai jam berapa?" Pertanyaan itu berulang kali disampaikan sejumlah warga saat pemadaman listrik kembali terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Kapuas pada Minggu, 28 Juni 2026. Di antara keluhan yang bermunculan, suara orang tua yang memiliki bayi menjadi salah satu yang paling menyita perhatian.
Seorang warga melalui kolom komentar media sosial menuliskan, "Jam berapa listrik hidup, kasihan yang ada anak bayi." Keluhan tersebut muncul di tengah pemadaman yang kembali terjadi setelah beberapa hari terakhir gangguan serupa juga dirasakan masyarakat.
"Kalau orang dewasa mungkin masih bisa menahan panas. Tapi yang kasihan itu bayi. Di rumah kami harus mengipasi terus karena kipas angin tidak bisa digunakan. Harapannya kalau memang ada pemadaman, setidaknya ada kepastian waktunya," kata seorang ibu di Kapuas yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi terpisah.
Tak hanya orang tua bayi, puluhan komentar lain di media sosial berdatangan dari berbagai wilayah di Kapuas. Warga melaporkan listrik padam di antaranya kawasan Pulau Telo, Jalan Kasturi, Jalan Ahmad Yani, Seroja, Sulawesi, Barito, Mambulau, Dadahup hingga sejumlah desa lainnya. Sebagian mengaku aktivitas rumah tangga, ibadah, hingga usaha ikut terganggu.
Ada pula warga yang mempertanyakan mengapa pemberitahuan pemadaman baru diterima menjelang pelaksanaan. Sebagian lainnya berharap PLN dapat memberikan informasi yang lebih pasti mengenai perkiraan waktu listrik kembali menyala sehingga masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan di rumah.
Sementara itu, PLN ULP Kapuas Kota melalui pengumuman resmi menyebut penghentian sementara pasokan listrik dilakukan mulai pukul 17.00 WIB dengan menyesuaikan kondisi sistem. Pengaturan tersebut dilakukan akibat gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan yang berdampak terhadap pasokan daya sistem interkoneksi.
Wilayah yang diumumkan terdampak meliputi sejumlah desa di Kecamatan Basarang, Kapuas Murung, Dadahup, Mantangai, kawasan Anjir, Tamban Catur, Bandaraya, Pasar Minggu, Sido Mulyo, serta beberapa wilayah lainnya. PLN menyatakan pengaturan sistem dilakukan untuk menjaga keandalan kelistrikan dan mempercepat proses pemulihan.
Berulangnya pemadaman dalam beberapa hari terakhir membuat persoalan ini kembali menjadi perhatian masyarakat Kapuas. Selain berharap listrik segera normal, warga juga menginginkan informasi yang lebih jelas mengenai penyebab gangguan, estimasi waktu pemulihan, serta langkah yang ditempuh agar pemadaman serupa tidak terus berulang. (SABRIANOOR/H)









