BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif sepanjang Januari-Mei 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat nilai ekspor mencapai US$1.428,37 juta atau tumbuh 3,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan peningkatan ekspor terbesar berasal dari hasil industri yang naik sebesar 16,80 persen.
"Nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari-Mei 2026 mencapai US$1.428,37 juta atau meningkat 3,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan terbesar terjadi pada ekspor hasil industri," kata Maria dalam penyampaian berita resmi statistik pada Rabu, 1 Juli 2026.
Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan. Selama Januari-Mei 2026, impor tercatat sebesar US$15,83 juta atau naik 8,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor minyak dan gas (migas) yang tumbuh 39,22 persen.
Meski impor meningkat, Kalimantan Tengah masih membukukan neraca perdagangan yang sangat positif. Hingga Mei 2026, surplus neraca perdagangan mencapai US$1.468,27 juta.
Maria menjelaskan komoditas ekspor Kalimantan Tengah masih didominasi produk berbasis sumber daya alam.
"Komoditas utama ekspor adalah batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, lignit, kayu lapis, hasil hutan bukan kayu lainnya, serta bungkil dan residu," jelasnya.
Sementara itu, komoditas impor didominasi berbagai jenis mesin dan barang penunjang industri, seperti mesin ekstraksi, aspal, pupuk, ketel uap, bangunan prefabrikasi, mesin pencampur, mesin pertanian, mesin pemisah, dan mesin lainnya.
Maria menambahkan, Jepang, India, dan Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah. Adapun barang impor ke Kalimantan Tengah sebagian besar berasal dari Malaysia, Singapura, dan Federasi Rusia.
Menurutnya, surplus perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan aktivitas ekspor Kalimantan Tengah masih mampu melampaui nilai impor, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. (TESTI PRISCILLA/H)









