BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kelangkaan BBM jenis Premium di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berdampak pada tingginya harga di pedagang bbm eceran.
Hingga Sabtu, (7/1/2017), di sejumlah pedagang BBM eceran, premium mencapai harga Rp10 ribu per liter.
"Premium Rp10 ribu mas, soalnya agak susah sekarang dapatnya," kata Suhartini, penjual bbm eceran di jalan Ahmad Yani Pangkalan Bun.
Harga premium Rp10 ribu per liter juga diakui Yadi, pemilik bengkel di Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun.
"Saya ngisi pertamax jadinya ke SPBU, mau ngisi premium di eceran harganya Rp10 ribu," aku dia.
Kelangkaan bbm jenis premium hampir merata di seluruh SPBU di Kabupaten Kobar dan sekitarnya.
Para pengendara pun terpaksa berpindah ke bbm jenis lain seperti pertalite dan pertamax karena stok dua bbm ini masih banyak.
"Ya banyak yang ngisi pertalite. lihat saja antriannya di jalur pertalite," kata salah satu petugas SPBU di jalan Paku Negara.
Beberapa warga berharap, PT Pertamina selaku penyuplai bbm segera memenuhi kelangkaan bbm jenis premium.
"Udah beberapa hari kata petugas SPBU, premium kosong belum disuplai Pertamina," ujar Andi.
Meski begitu, antrean kendaraan atas kelangkaan premium ini tidak terlalu parah. Sebab dengan adanya pertalite yang tidak jauh selisih harganya, masyarakat pengguna premium sementara mengisi bahan bakarnya menggunakan pertalite. (CECEP HERDI/B-2)








