BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengingatkan seluruh jajaran di bawah kepemimpinannya untuk senantiasa menjaga kesiapsiagaan yang tinggi.
Peringatan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang saat ini masih berpotensi ekstrem.
Ia menekankan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu, sering disertai hujan lebat dan tiupan angin kencang, membawa risiko meningkatnya berbagai ancaman bencana hidrometeorologi.
"Salah satu risiko yang paling nyata dan perlu diwaspadai secara serius adalah potensi terjadinya pohon tumbang yang dapat menimpa warga maupun merusak fasilitas umum dan bangunan warga," katanya, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Hendrikus, kewaspadaan tidak hanya terbatas pada bahaya pohon tumbang semata, namun juga mencakup dampak lain yang mungkin muncul akibat kondisi cuaca yang buruk.
Hal ini meliputi potensi terjadinya genangan air, luapan air sungai, hingga tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi di titik-titik rawan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.
Oleh karena itu, seluruh personel BPBD diminta untuk selalu berada dalam kondisi siap siaga, sigap merespons setiap laporan yang masuk dari masyarakat, serta mampu bertindak cepat dan tepat apabila diperlukan di lapangan.
Kesiapan alat kelengkapan penanggulangan bencana juga harus diperiksa kembali agar dapat berfungsi maksimal saat dibutuhkan.
Selain mengingatkan anggota, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk turut meningkatkan kewaspadaan masing-masing.
Warga diharapkan untuk menghindari berteduh atau beraktivitas di bawah pepohonan besar yang dinilai kurang kokoh, serta menjauhi lokasi yang berpotensi berbahaya ketika cuaca sedang buruk.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui BPBD berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lapangan secara terus-menerus.
"Diharapkan dengan kesiapsiagaan yang terjaga baik dari aparat maupun masyarakat, risiko kerugian dan dampak buruk yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dapat diminimalisir hingga serendah mungkin," pungkasnya. (PATHUR/Y)









