PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS bersama pekebun swadaya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO terus memperkuat upaya konservasi orangutan Kalimantan melalui kolaborasi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance atau ESG.

Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa praktik perkebunan berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian keanekaragaman hayati.

"Melalui penerapan prinsip ESG, kami ingin memastikan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan dalam praktik budidaya kelapa sawit, tetapi juga melalui perlindungan satwa liar dan pemberdayaan masyarakat," kata Angga dalam rilisnya kepada Borneonews pada Senin, 6 Juli 2026.

Angga menjelaskan, SSMS telah menjalin kemitraan dengan BOS Foundation sejak 2016 untuk mendukung pengelolaan Pulau Salat sebagai lokasi rehabilitasi dan pra-pelepasliaran orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Saat ini Pulau Salat menjadi rumah bagi 36 individu orangutan, terdiri atas 26 individu berstatus releasable yang siap dilepasliarkan serta 10 individu unreleasable yang masih menjalani rehabilitasi jangka panjang.

Sejak difungsikan sebagai pulau pra-pelepasliaran, sebanyak 141 orangutan telah menjalani rehabilitasi di lokasi tersebut. Dari jumlah itu, 69 individu berhasil kembali ke habitat alaminya di kawasan hutan konservasi Kalimantan Tengah.

Menurut Angga, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perusahaan, BOS Foundation, pemerintah hingga masyarakat.

Ia menambahkan, komitmen menjaga kelestarian orangutan akan terus diperkuat sebagai bagian dari implementasi strategi ESG perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. (TESTI PRISCILLA/H)