PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 1.280 pekebun swadaya binaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS yang tergabung dalam Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM dan BUMDes Berkah Mulya Jaya terus menunjukkan komitmennya terhadap praktik perkebunan berkelanjutan sekaligus konservasi satwa liar.

Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan para pekebun yang telah mengantongi sertifikat RSPO secara konsisten menyisihkan insentif sertifikasi untuk mendukung rehabilitasi orangutan di Pulau Salat.

"Selama tiga tahun terakhir, APKSM dan BUMDes Berkah Mulya Jaya masing-masing mengalokasikan sekitar Rp15 juta setiap tahun. Total lebih dari Rp30 juta per tahun dimanfaatkan untuk membantu penyediaan pakan orangutan yang sedang menjalani rehabilitasi," kata Angga dalam rilisnya kepada Borneonews pada Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Angga, keterlibatan pekebun swadaya menunjukkan bahwa manfaat sertifikasi RSPO tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi upaya pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari pembinaan, pada 1 Juli 2026 SSMS memfasilitasi 10 perwakilan pekebun dari APKSM dan BUMDes Berkah Mulya Jaya mengikuti kunjungan edukatif ke Pulau Salat.

Melalui kegiatan tersebut, para pekebun diajak melihat secara langsung proses rehabilitasi orangutan sekaligus memahami pentingnya penerapan prinsip ESG dalam industri kelapa sawit.

Angga berharap pengalaman tersebut semakin memperkuat kesadaran pekebun bahwa keberlanjutan bukan hanya diterapkan di kebun, tetapi juga melalui perlindungan keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (TESTI PRISCILLA/H)