BORNEONEWS, Sampit - Logo HUT Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke 64 mendadak ramai dipersoalkan di media sosial. Penyebabnya, logo ikan berwarna keemasan dipadu perak itu diduga plagiat alias bukan hasil karya sendiri.

Saat Borneonews melakukan pengecekan ke mesin pencari google dengan kata kail pancing, banyak gambar ikan serupa yang muncul dan sangat mirip dengan logo HUT Kotim tersebut. Apalagi jika membuka aplikasi game bernama Kail Pancing di Google Play Store.

Hal itu memicu komentar miring sejumlah warga. Mayoritas menyayangkan penggunaan logo yang diduga plagiat tersebut.

"Sangat mirip kesamaannya. Hanya ada sedikit perbedaan. Kenapa untuk acara seperti peringatan Hari Jadi Kabupaten harus menggunakan logo yang bukan karya sendiri. Bukannya di Kotim banyak yang mahir mendesign seperti untuk logo. Kenapa tidak dimanfaatkan?," kata Udin, warga Sampit.

Di jejaring media sosial Facebook pun beredar tanggapan berbagai netizen. Bahkan ada yang mempertanyakan jenis ikan yang digunakan untuk logo HUT Kotim itu. "Itu ikan jelawat atau ikan kakap. Mohon penjelasannya," tanya pengguna FB dengan akun Wahyu.

Sementara itu, Joni Abdi, tokoh masyarakat di Kotim menyampaikan sindiran terkait dugaan plagiat logo itu. "Itu tandanya ikan jelawat sudah berevolusi. Mencari ikan jelawat di Sampit yang memang hasil budidaya warga setempat susahnya minta ampun. Kalau pun ada yang menjual di pasar itu dari daerah Telaga Pulang, Seruyan," kata dia.

Hingga kemarin sore, belum ada tanggapan dari pemerintah kabupaten terkait penggunaan logo HUT Kotim yang diduga plagiat tersebut. (TIM)