BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif menginisiasi gelaran Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 untuk mengangkat subsektor aplikasi sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif sekaligus wadah kolaborasi yang memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan forum ini membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi digital secara inklusif dan berkelanjutan.
"IN-APPS 2026 hadir sebagai forum nasional yang secara khusus mengangkat subsektor aplikasi. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, developer, startup, investor, akademisi, asosiasi, hingga komunitas dapat membangun kolaborasi yang lebih terarah," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Mengusung tema "Application as the New Engine of Creative Economy Growth", IN-APPS 2026 menjadi rangkaian menuju World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Menekraf menyebut total investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun atau tumbuh 32,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).
Dari seluruh subsektor ekonomi kreatif, aplikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp54,18 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa subsektor aplikasi tidak lagi berperan sebagai sektor pendukung, melainkan telah menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia.
"IN-APPS 2026 menegaskan bahwa aplikasi digital bukan sekadar produk teknologi, melainkan pendorong utama lahirnya inovasi, penguatan daya saing pelaku ekonomi kreatif, terciptanya peluang usaha baru, serta terbukanya akses pasar yang lebih luas," katanya.
Menekraf juga menyebut sektor ekraf cukup menjanjikan dengan nilai ekspor mencapai 31,94 miliar dolar AS, tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan kontribusi tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang yang didominasi generasi muda.
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif juga berada pada kisaran 6,01 hingga 6,94 persen, melampaui pertumbuhan PDB nasional.
Dengan peluncuran ini, Riefky berharap dapat menjadi titik awal yang kuat bagi lahirnya kolaborasi, inovasi, dan investasi baru di subsektor aplikasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital global.
Senior VP Corporate Affairs & Operations Support Sinar Mas Land Panji Himawan sebagai kolaborator mengatakan kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam melahirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Ia mencontohkan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Banten di BSD City sebagai ruang kolaborasi yang mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi dan menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi digital.
"Inovasi digital Sinar Mas tergambar dari Integrated Smart Digital City melalui aplikasi One Mile. Kami melihat forum ini sebagai langkah awal yang strategis untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan investor dalam membangun ekosistem aplikasi Indonesia yang semakin kuat," kata Panji.
ANTARA









