BORNEONEWS, Tamiang Layang – Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 924/Uria Mapas, Letkol Wahyu Hariatmoko, menyebut insan pers sebagai mitra strategis TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan stabilitas sosial di Kabupaten Barito Timur.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menggelar coffee morning bersama media, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKKPI), serta komunitas intelijen di Marshalling Area Yonif TP 924/Uria Mapas, Jumat, 10 Juli 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sambil menikmati hidangan ringan, para peserta berdialog santai diselingi senda gurau. Pertemuan tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara Yonif TP 924/Uria Mapas dengan berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Letkol Wahyu Hariatmoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di daerah.
"Saya pagi ini sengaja mengundang bapak ibu sekalian. Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya, selamat datang di kesatuan kami. Rekan-rekan media ini merupakan mitra strategis bagi kami, TNI Angkatan Darat dan TNI secara umum, untuk bisa memberikan atau menjaga stabilitas keamanan dan stabilitas sosial di Barito Timur pada khususnya," ujarnya.
Selain media, Wahyu juga mengapresiasi kehadiran FKKPI dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan putra-putri purnawirawan TNI menjadi bagian penting dalam menjaga ikatan emosional dengan satuan sekaligus menghidupkan kembali semangat kekeluargaan di lingkungan batalyon.
"Termasuk dari sesepuh kami FKKPI juga sengaja kami undang agar bisa merasakan kembali suasana batalyon, melihat anak-anak muda pagi dan sore hari berlari-lari. Kita hidupkan kembali suasana keakraban dengan putra-putri purnawirawan TNI," lanjutnya.
Sebagai komandan yang baru bertugas di Barito Timur, Wahyu juga memperkenalkan diri kepada seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa prajurit Yonif TP 924/Uria Mapas ingin menjadi bagian dari masyarakat dan membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya.
"Di sini juga kami izin menitipkan diri baik saya sebagai pribadi maupun secara organisasi dan anggota kami. Apabila nanti di luar atau di jalan ada yang ketemu, tolong jangan sungkan untuk bertegur sapa. Kami juga merupakan bagian dari bapak ibu semua, bukan kalangan yang eksklusif," ucapnya.
Wahyu selanjutnya mengajak media, FKKPI, dan komunitas intelijen membangun kolaborasi untuk mendukung kemajuan Barito Timur. Menurutnya, sinergi seluruh komponen masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan daerah yang aman, harmonis, dan terus berkembang.
"Bersama ini kami juga izin untuk memasuki wilayah Barito Timur dan izin untuk berkolaborasi ke depannya, bekerja sama untuk memajukan wilayah Barito Timur agar lebih baik lagi ke depannya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu sekalian, baik dari media, rekan-rekan community maupun intelijen," tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa Yonif TP 924/Uria Mapas selalu terbuka terhadap berbagai masukan maupun aspirasi dari masyarakat. Ia berharap kegiatan coffee morning tersebut menjadi awal terbangunnya sinergi yang semakin erat antara TNI, media, FKKPI, komunitas intelijen dan masyarakat demi menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di Barito Timur.
"Di sini kita satu keluarga, kita bukan siapa-siapa. Sekali lagi apabila ada permasalahan, uneg-uneg atau apa pun, bisa disampaikan kepada kami, kepada Wakil Komandan Batalyon maupun kepada anggota-anggota kami. Saya berharap kegiatan ini menjadi titik awal kita untuk bersinergi, berkolaborasi menjadi satu keluarga yang hidupnya rukun," pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









