PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, hingga Jumat, 10 Juli 2026, masih belum sepenuhnya padam. Tim gabungan terus melakukan pemadaman, pendinginan, serta patroli untuk mencegah api meluas dan munculnya titik api baru.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan lapangan di titik koordinat -2.35484, 114.11124, api masih terlihat menyala sehingga penanganan terus dilanjutkan bersama sejumlah instansi terkait.

"Saat ini fokus kami adalah melanjutkan pemadaman pada titik api yang masih aktif, melakukan pendinginan di area yang sudah dipadamkan, serta patroli untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," katanya.

Sebelum turun ke lokasi, seluruh personel melaksanakan apel dan pembagian tugas. Tim kemudian melakukan asesmen perkembangan kebakaran, pemadaman, pendinginan, patroli, serta koordinasi untuk menentukan strategi penanganan lanjutan.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan didukung berbagai peralatan, di antaranya satu unit mesin pompa Honda WL 20 XN, dua unit perahu kecil, empat dayung, 10 rol selang 1,5 inci, satu nozel spray, tiga lanjung, enam unit handy talky, satu unit drone Mavic 3, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Penanganan karhutla melibatkan personel BPBD Kabupaten Pulang Pisau, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dengan lima regu gabungan, Satgas Udara sebanyak empat regu, Manggala Agni, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, KPHP Kahayan Hilir, Polri, dan TNI.

Tim gabungan kembali memadamkan sejumlah titik api yang masih aktif, termasuk bara api di bawah permukaan lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih intensif. Pendinginan dan patroli terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali (re-ignition).

Herman menjelaskan, luas area yang terbakar hingga kini masih dalam proses pendataan karena kegiatan pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Pengukuran akan dilakukan setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan.

Ia mengakui, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya api yang masih berada di bawah permukaan lahan gambut, cuaca panas disertai angin yang berubah-ubah sehingga berpotensi memperluas kebakaran, serta keterbatasan sumber air yang mengharuskan distribusi dilakukan secara efektif.

Ke depan, tim gabungan akan terus melanjutkan pemadaman pada titik api yang masih aktif, meningkatkan patroli dan pemantauan di kawasan rawan, melakukan pendinginan secara menyeluruh, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait agar kebakaran dapat segera dikendalikan. (RETHA/H)