KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Sukardi, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual dari Ruang Rapat Asisten Setda Kabupaten Seruyan, Senin 13 Juli 2026.

Rakor digelar  Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut merupakan tindak lanjut Radiogram Menteri Dalam Negeri tanggal 11 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.

Dalam rakor tersebut, sejumlah agenda penting menjadi pembahasan, di antaranya langkah konkret pengendalian inflasi daerah tahun 2026, kenaikan harga ikan segar di sejumlah wilayah dan  progres pendataan Sensus Ekonomi 2026.

Pada kesempatan itu juga dipaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Seruyan pada minggu kedua Juli 2026 yang tercatat sebesar -1,41. Capaian tersebut menunjukkan kondisi harga kebutuhan masyarakat di Kabupaten Seruyan masih relatif terkendali.

Penurunan IPH tersebut dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas hortikultura. Cabai rawit memberikan andil sebesar -0,8716, disusul bawang merah -0,4632, dan cabai merah -0,1974 terhadap penurunan indeks harga pada periode tersebut.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Seruyan tetap memberikan perhatian terhadap dinamika harga komoditas di lapangan.

 Cabai rawit tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi pada minggu berjalan sehingga perlu terus dipantau untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan.

Melalui partisipasi dalam rakor rutin ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta mendukung berbagai program strategis nasional. (FAHRUL/y)