BORNEONEWS, Banjarmasin - Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hilang secara misterius setelah diduga kuat menjadi korban penerkaman buaya muara di kawasan aliran Sungai Cantung, Desa Kupang Cantung, Tanah Bumbu, Selasa sore, 14 Juli 2026. Peristiwa memilukan yang menimpa korban berinisial DN (8), seorang pelajar sekolah dasar, terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.15 WITA di tengah kondisi air sungai yang sedang keruh.
Berdasarkan kronologi kejadian yang dihimpun dari saksi mata di lapangan, insiden bermula saat korban bersama rekannya, HN (11), sedang beraktivitas di tepi sungai untuk membersihkan ikan jenis mujaer. Karena kondisi air yang keruh, kedua bocah tersebut tidak menyadari kehadiran predator air tawar yang mengintai secara senyap tepat di belakang posisi mereka berdiri.
Secara mendadak, seekor buaya langsung menyerang dan menyambar bagian kaki korban. Mengetahui rekannya dalam bahaya, HN yang merupakan anak dari SR (42) sempat berupaya memberikan pertolongan dengan cara menarik tubuh DN sekuat tenaga agar terlepas dari gigitan sang predator. Namun, kekuatan sang buaya yang jauh lebih besar membuat pegangan tangan HN terlepas, sehingga korban seketika terseret dan hilang ke area tengah sungai yang dalam.
Aduan mengenai kejadian darurat ini langsung menyebar cepat melalui grup komunikasi relawan. Kabar tenggelamnya anak dari AB (50), warga RT 08 Desa Sungai Kupang ini langsung menggerakkan warga sekitar dan pihak keluarga untuk menuju lokasi guna memberikan bantuan darurat awal.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat gabungan bersama masyarakat setempat masih terus melakukan penyisiran intensif dengan menggunakan beberapa armada kapal motor di sepanjang aliran Sungai Cantung. Area pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir korban diterkam serta wilayah hilir sungai yang diduga menjadi jalur perlintasan reptil ganas tersebut.
Kondisi air sungai yang keruh serta arus yang tidak menentu menjadi kendala utama yang dihadapi oleh tim di lapangan dalam melacak keberadaan korban. Pihak perwakilan warga menyampaikan permohonan doa secara luas kepada masyarakat agar proses evakuasi DN dapat segera membuahkan hasil dalam kondisi apa pun. (SABRIANOOR/y)









