BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berukuran cukup besar terjadi di kawasan Sei Asem, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, pada Jumat sore, 17 Juli 2026. Kobaran api terlihat membakar hamparan semak belukar dan pepohonan di area yang cukup luas, memunculkan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi.
Asap dari lokasi kebakaran bahkan dilaporkan dapat terlihat dari wilayah Kuala Kapuas. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena titik api diduga terus meluas di tengah cuaca kering yang melanda wilayah Kapuas dalam beberapa hari terakhir.
Proses penanganan sempat terkendala akibat sulitnya memastikan lokasi pasti kebakaran. Minimnya jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut membuat pelapor kesulitan mengirimkan titik koordinat atau berbagi lokasi kepada petugas, sehingga memperlambat identifikasi titik api.
Meski demikian, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas yang telah lebih dulu bergerak ke lapangan akhirnya berhasil menemukan lokasi kebakaran. Tim kemudian langsung mendekati titik api untuk memulai upaya pemadaman dan mencegah kobaran semakin meluas.
Sejumlah warga di lokasi menyebutkan api membesar dengan cepat dan mulai mengarah ke kawasan yang berdekatan dengan permukiman.
"Api sangat besar dan mendekati permukiman," demikian laporan awal warga sekitar. Mereka berharap proses pemadaman dapat segera mengendalikan kebakaran agar tidak mengancam rumah-rumah warga.
Hingga Jumat sore, petugas BPBD Kapuas masih berjibaku melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi kebakaran. Armada serta personel dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) juga dilaporkan menyusul menuju lokasi untuk memperkuat penanganan. (SABRIANOOR/y)









