BORNEONEWS, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata berupaya untuk memperkuat ekosistem wisata musik menjadi berkualitas dan berdaya saing global.
"Penyelenggaraan konser berskala internasional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian dan memperkuat citra Indonesia di mata dunia," kata Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Nia mengatakan Kementerian Pariwisata menilai konser internasional kini telah berkembang menjadi instrumen ekonomi pariwisata (tourism economic driver).
Dalam pengembangannya Indonesia dinilai memiliki modal dan peluang yang kuat untuk bersaing memperebutkan konser-konser berskala global. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dengan minat yang terus meningkat terhadap hiburan, serta ditambah dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang terus tumbuh positif, sehingga menjadi daya tarik bagi promotor konser internasional.
Selain itu, posisi geografis di Asia Tenggara menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata konser yang mampu menarik penonton dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, Jepang hingga Tiongkok.
Maka dari itu, Kementerian Pariwisata terus mempromosikan pariwisata dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak di ekosistem industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah akan mendukung momentum ini melalui penguatan promosi pariwisata secara global dan kolaborasi dengan ekosistem industri pariwisata.
Dia menyampaikan saat ini koordinasi yang kuat juga dijalin bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), platform musik, serta pelaku industri pariwisata sebagai pengguna musik untuk memastikan pemanfaatan karya musik dalam penyelenggaraan event dan kegiatan pariwisata telah memenuhi ketentuan perizinan dan pembayaran royalti secara legal sesuai dengan hak cipta.
"Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum, melindungi hak para pencipta, serta mendukung pengembangan industri musik sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan event yang berkualitas," ucap Nia.
Termasuk mendorong pengembangan paket wisata konser yang dirancang oleh tiap asosiasi dalam sektor pariwisata. Konsep ini dirancang untuk mengintegrasikan tiket pertunjukan dengan akomodasi, transportasi, dan destinasi wisata guna mendongkrak dampak ekonomi sektor pariwisata.
Hal lain yang didorong adalah digitalisasi layanan perizinan satu pintu dan transparansi standar biaya operasional untuk memberikan kepastian bagi promotor.
Dalam program unggulan pun dihadirkan "Event by Indonesia" untuk mewujudkan pariwisata berkualitas. Penyelenggaraan event seperti konser musik berkualitas dan bertaraf internasional, yang menjadi ciri khas Indonesia dinilai akan mengangkat nama di kancah global.
"[Strategi ini sejalan dengan upaya Kemenpar mengembangkan berbagai agenda, melalui program Karisma Event Nusantara (KEN), yang mencakup rangkaian 125 event daerah yang diselenggarakan di 38 provinsi.
Nia turut membeberkan hingga 30 Juni 2026 sebanyak 39 event terlaksana dengan 28 di antaranya sudah selesai dikaji dampaknya. Adapun penyelenggaraan ke 28 KEN tersebut berhasil memikat 2,46 juta pengunjung baik wisatawan nusantara maupun mancanegara, serta melibatkan lebih dari 7 ribu UMKM, menyerap lebih dari 61 ribu tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas dengan total perputaran uang yang dihasilkan sebesar Rp196,97 miliar.
Dari sejumlah event tersebut, telah dikaji dampak penyelenggaraan 17 event nasional dan 8 event internasional periode Januari - Juni 2026. Adapun dampak dari event-event tersebut yaitu, dihadiri lebih dari 614.731 pengunjung, melibatkan 1.326 UMKM, lebih dari 18 ribu pekerja seni, dan komunitas.
"Berdasarkan perhitungan, juga diperoleh estimasi perputaran uang sebesar Rp661,15 miliar," ujarnya.
Sepanjang 2026, Kementerian Pariwisata juga memberikan dukungan untuk 45 event nasional dan 94 event internasional. Sejumlah konser dan festival internasional besar sudah terjadwal di Semester II 2026, seperti Konser K-Pop BTS, Joyland Sessions, Prambanan Jazz Festival, We The Fest, Djakarta Warehouse Project, The Weekend, Hammersonic, My Chemical Romance dengan estimasi jumlah pengunjung sebanyak 1,2 juta orang.
ANTARA









