BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur resmi meluncurkan logo dan tema Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur Tahun 2026. Identitas visual tersebut bukan sekadar penanda peringatan hari jadi, tetapi menjadi simbol arah pembangunan yang berpijak pada budaya lokal, keberlanjutan, serta harapan besar untuk mewujudkan Barito Timur yang semakin maju, sejahtera, dan harmonis.
Peluncuran logo tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Barito Timur Nomor 180/189/HUK/2026 tentang Penetapan Tema dan Logo Hari Jadi Kabupaten Barito Timur ke-24 Tahun 2026. Dalam keputusan itu dijelaskan bahwa tema dipilih sebagai gagasan pokok yang menjadi landasan seluruh rangkaian kegiatan, sedangkan logo berfungsi sebagai representasi visual yang mencerminkan identitas daerah.
Tema yang diusung tahun ini adalah "Sinergi Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Barito Timur Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis (SEGAH)." Tema tersebut mengandung pesan kuat bahwa pembangunan Barito Timur harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Pemerintah berharap kemajuan daerah tidak menghilangkan jati diri masyarakat, tetapi justru memperkuat nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Makna itu kemudian diterjemahkan dalam setiap unsur logo. Angka 24 melambangkan usia Kabupaten Barito Timur yang telah mencapai 24 tahun sekaligus menjadi simbol perjalanan, pencapaian, dan semangat baru dalam melanjutkan pembangunan daerah. Sementara Burung Enggang atau Tingang menggambarkan kehormatan, kebijaksanaan, keluhuran budaya, serta identitas masyarakat Dayak yang menjadi kekayaan utama Barito Timur.
Motif Dayak yang menghiasi angka dalam logo mempertegas bahwa pembangunan daerah tetap berakar pada seni, budaya, dan kearifan lokal. Di sisi lain, Tugu atau Gunung Perak menjadi simbol kemakmuran, harapan, cita-cita luhur, dan semangat masyarakat untuk terus tumbuh menuju masa depan yang lebih baik.
Pemilihan warna dalam logo juga memiliki filosofi yang mendalam. Warna emas melambangkan kejayaan, kemuliaan, optimisme, dan harapan akan masa depan yang cerah. Warna hijau menggambarkan kesuburan serta komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Warna hitam menjadi simbol keteguhan dan persatuan, sedangkan warna putih mencerminkan ketulusan, kejujuran, integritas, serta semangat mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Logo tersebut juga menghadirkan unsur rumah adat sebagai lambang akar budaya, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Sementara ilustrasi pepohonan dan lanskap hijau menunjukkan besarnya potensi sumber daya alam Barito Timur sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Dalam keputusan itu, Bupati Barito Timur menetapkan, "Menetapkan Tema dan Logo Hari Jadi Ke-24 Kabupaten Barito Timur Tahun 2026, sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini." Keputusan tersebut mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan menjadi pedoman resmi bagi seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, panitia pelaksana, hingga masyarakat dalam menyemarakkan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur.
Secara keseluruhan, logo Hari Jadi ke-24 yang diperingati setiap tanggal 3 Agustus mencerminkan tekad Barito Timur untuk terus tumbuh sebagai daerah yang berbudaya, mandiri, maju, sejahtera, dan berkelanjutan melalui persatuan seluruh elemen masyarakat. Filosofi yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya, penguatan karakter, serta keseimbangan dengan alam demi mewujudkan masa depan Barito Timur yang lebih baik. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









