BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas. Kali ini, api membakar lahan kosong di Jalan Pemuda Komplek Saka Purun Gang IX, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Sabtu, 25 Juli 2026, sekitar pukul 18.52 WIB. Berkat respons cepat relawan pemadam kebakaran bersama warga, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke kawasan permukiman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas menerima laporan dari masyarakat, kemudian Tim Posko Siaga Darurat Bencana Karhutla Regu I bersama personel TNI dan Polri langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Saat tim tiba, kondisi api telah padam total sehingga petugas melanjutkan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pengecekan, lahan yang terbakar memiliki luas sekitar 25 meter persegi. Lahan tersebut diketahui milik Deni Harsono dengan ukuran keseluruhan sekitar 14 x 52 meter. Pemilik lahan disebut tidak tinggal di kawasan tersebut.
Dari keterangan saksi bernama Soni, api pertama kali diketahui saat dirinya baru pulang ke rumah. Ketika anaknya hendak mengambil handuk untuk mandi, mereka melihat kobaran api muncul di lahan kosong yang berada tepat di samping rumah sekitar pukul 18.52 WIB. Warga kemudian segera melaporkan kejadian itu sehingga relawan pemadam kebakaran terdekat bersama masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti setiap laporan karhutla yang masuk untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api berkembang menjadi lebih besar.
"Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim kami segera melakukan pengecekan ke lokasi. Saat dilakukan pendataan, api dipastikan sudah padam total setelah sebelumnya berhasil dipadamkan oleh relawan damkar bersama warga sekitar," ujar Pangeran.
Ia menambahkan, meski luas lahan yang terbakar relatif kecil, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan karena saat ini sebagian wilayah Kapuas mulai memasuki periode rawan kebakaran akibat kondisi cuaca yang cenderung kering. Menurutnya, kebakaran kecil sekalipun berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Pangeran mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. "Partisipasi masyarakat sangat penting. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga risiko kebakaran meluas dapat diminimalkan," katanya.
Hingga proses pendataan selesai dilakukan, BPBD memastikan kondisi di lokasi telah aman dan tidak ditemukan lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (SABRIANOOR/y)









