PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha, tetapi juga dirasakan para pengemudi ojek online (ojol). 

Sejumlah mitra pengemudi mengaku pendapatan harian menurun karena banyak restoran, rumah makan, dan kedai memilih menutup operasional atau membatasi layanan saat listrik padam.

Salah seorang pengemudi ojol di Palangka Raya, Rudi mengatakan pesanan makanan yang biasanya menjadi sumber penghasilan utama mengalami penurunan drastis. Banyak pelanggan membatalkan pesanan setelah mengetahui restoran tujuan tidak beroperasi akibat listrik padam.

"Kalau listrik mati, banyak rumah makan tutup atau tidak menerima pesanan. Akibatnya order makanan berkurang dan penghasilan kami ikut turun," ujarnya, Minggu 26 Juli 2026.

Selain kehilangan pesanan makanan, pengemudi juga mengaku waktu menunggu order menjadi lebih lama. Tidak sedikit yang harus berkeliling lebih jauh untuk mencari restoran yang masih beroperasi, sehingga biaya bahan bakar meningkat sementara pendapatan justru menurun.

Sementara itu, mitra ojol lainnya, Muhammad Fajar berharap pemadaman listrik dapat diminimalkan atau disertai jadwal yang pasti agar pelaku usaha dapat mengatur operasionalnya. Dengan begitu, layanan pesan antar makanan tetap berjalan dan pendapatan pengemudi tidak terus terdampak.

"Bagi pengemudi ojol, kepastian operasional restoran dan rumah makan sangat berpengaruh terhadap jumlah pesanan dan penghasilan sehari-hari," jelasnya. (MARINI/H)