BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengungkapkan hingga 21 Juli 2026 jumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya telah mencapai 75 kejadian dengan total luas lahan terbakar sekitar 29,04 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Fairid mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah api meluas.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat, termasuk para pelaku usaha, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau. Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama agar kebakaran tidak semakin meluas," ujarnya, Minggu 26 Juli 2026.
Ia mengatakan pemerintah kota bersama BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai pihak terkait terus melakukan patroli, pemantauan, dan penanganan titik api di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
"Kami meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila melihat adanya titik api atau kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api membesar dan mengancam permukiman maupun kawasan produktif," mintanya.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan semakin meningkat sehingga jumlah kejadian karhutla dapat ditekan, kualitas udara tetap terjaga, serta keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kota Palangka Raya dapat terlindungi. (MARINI/H)









