BORNEONEWS, Palangka Raya – Musim kemarau membawa berkah bagi para nelayan tradisional di Kota Palangka Raya. Dalam beberapa hari terakhir, hasil tangkapan ikan lais menggunakan jaring meningkat, terutama di wilayah Petuk Katimpun dan sejumlah kawasan perairan lainnya.
Melimpahnya hasil tangkapan membuat pasokan ikan lais di Pasar Besar Palangka Raya ikut bertambah. Ikan air tawar yang menjadi favorit masyarakat Kalimantan Tengah itu pun mulai lebih mudah ditemukan di lapak-lapak pedagang.
Seorang warga Petuk Katimpun, Rahman, mengatakan musim kemarau memang menjadi waktu yang dinanti para pencari ikan karena hasil tangkapan lais biasanya lebih banyak dibandingkan musim lainnya.
"Beberapa hari ini hasil jaring cukup bagus. Ikan lais banyak didapat, sehingga kami bisa membawa pulang lebih banyak untuk dijual maupun dikonsumsi keluarga," katanya, Rabu 29 Juli 2026.
Sementara itu, pedagang ikan di Pasar Besar Palangka Raya, Siti, mengaku pasokan ikan lais dari nelayan lokal meningkat. Kondisi tersebut membuat stok di lapaknya lebih terjaga dan pembeli lebih mudah mendapatkan ikan segar.
"Kalau musim seperti sekarang, ikan lais lebih banyak masuk ke pasar. Pembeli juga senang karena ikannya masih segar dan ukurannya bagus," ujarnya.
Meski pasokan meningkat, Siti berharap kondisi cuaca tetap mendukung aktivitas nelayan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian sungai dan tidak menangkap ikan menggunakan cara yang merusak, seperti setrum atau racun, agar populasi ikan lais tetap terjaga. (MARINI/H)









