KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan melakukan penyelidikan epidemiologi serta mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa dan guru SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, Kamis, 30 Juli 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Seruyan, Sarinah, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut. Untuk itu, sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Seruyan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Hari ini sampel makanan kami ambil dari dapur SPPG untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda)," ujar Sarinah.

Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), setiap makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib ada yang disimpan sebagai sampel selama minimal 2x24 jam.

Sampel yang diperiksa meliputi menu MBG yang disajikan pada Senin, 27 Juli 2026 dan Selasa, 28 Juli 2026, serta wadah makanan (ompreng).

Menurut Sarinah, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru sekaligus menjadi acuan dalam menetapkan langkah penanganan dan tindak lanjut yang diperlukan.

Hingga hasil pemeriksaan keluar, Dinkes mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian tersebut. (FAHRUL/y)