BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Fakta mencengangkan, seorang pengemis yang beroperasi di Pangkalan Bun dan Pangkalan Banteng bisa raup penghasilan Rp6-9 Juta per bulan.
"Beberapa pengemis mengaku dapat Rp300 ribu perhari, pendapatan itu meningkat setiap hari Jumat atau hari besar Agama," terang Kepala Bidang Ketertiban Masyarakat di Satpol-PP Kotawaringin Barat (Kobar), Supiansyah, Selasa (10/1/2017).
Bahkan, pihaknya pernah menangkap salah satu pengemis membawa uang tunai Rp11 juta dalam pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu dan Rp10 ribu. Hanya beberapa dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. "Katanya itu uang hasil mengemis selama sebulan lebih di Pangkalan Bun," terangnya.
Sebelum diamankan petugas Satpol-PP, Dia (pengemis) mengaku tangannya cacat. Namun, setelah berada di Kantor Satpol-PP segar bugar, tidak tampak ada cacat pada tubuhnya.
Supiansyah meminta bagi yang selalu iba dan memberi sedikit uang kepada para pengemis, ada baiknya mulai berhati-hati dan tidak tertipu dengan penampilan pengemis. "Seorang pengemis yang seolah-olah menyandang disabilitas ternyata ketahuan segar bugar," sebutnya.
Pihaknya meminta masyarakat yang ingin berbagi dengan mereka-mereka yang membutuhkan untuk menyalurkannya ke lembaga resmi. "Karena lembaga yang resmi telah terdaftar dan transparan dalam menyalurkan bantuan. Sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan," imbaunya.
Hal senada diungkapkan Adi Zaki, Warga Desa Karang Mulya Kecamatan Pangkalan Banteng itu mengaku, pernah berbincang dengan salah satu pengemis yang sering beroperasi di sekitar tempat tinggalnya.
"Sehari mereka bisa mengumpulkan uang Rp150 ribu hingga Rp300 ribu. Kalau rata-rata dapat Rp200 ribu sehari, sebulan mereka meraup sekitar Rp6 juta dari hasil mengemis," bebernya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-8)








