PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus memperkuat pendekatan keberlanjutan melalui kolaborasi dengan masyarakat sekitar wilayah operasional. Salah satunya dilakukan melalui program social forestry atau perhutanan sosial yang melibatkan sejumlah kelompok masyarakat.

Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo mengatakan keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan. Karena itu, perusahaan mendorong kolaborasi dengan kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan manfaat sosial sekaligus menjaga lingkungan.

"Keberlanjutan harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat melalui program perhutanan sosial, sehingga aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan," kata Henky kepada Borneonews pada Senin, 10 Agustus 2026.

Berdasarkan materi perusahaan, terdapat lima kolaborasi yang dikembangkan melalui program Social Forestry Harmonious Collaboration with Stakeholders. Program tersebut mencakup HKm Komunitas Karya Masoraian melalui RaCP PT MPP, HD Petak Puti melalui RaCP PT SMU dan PT TSA, HKm Danau Seluluk Jaya melalui RaCP PT MKM, serta HKm Tani Sejati dan HKm Mawar Bersemi melalui RaCP PT MKM.

Henky menjelaskan, pendekatan kolaboratif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan. Masyarakat tidak hanya dipandang sebagai pihak yang berada di sekitar wilayah operasional, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga keberlanjutan kawasan.

"Kolaborasi ini kami harapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan kawasan. Pada saat yang sama, masyarakat juga memperoleh manfaat dari kegiatan yang dikembangkan secara bersama-sama," ujarnya.

Menurut Henky, keberhasilan program keberlanjutan sangat bergantung pada keterlibatan banyak pihak. Karena itu, perusahaan terus mendorong pendekatan yang menghubungkan aspek konservasi, pemberdayaan masyarakat, sertifikasi, dan tata kelola perkebunan dalam satu ekosistem keberlanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)