BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menyiapkan strategi pengurangan emisi melalui pendekatan yang terintegrasi. Upaya tersebut mencakup pengelolaan limbah, energi, aktivitas pertanian, hingga perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi.
Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo mengatakan strategi menuju net zero harus dilakukan dengan melihat seluruh sumber emisi yang muncul dalam kegiatan operasional perusahaan.
"Kalau kita bicara net zero, maka pendekatannya harus menyeluruh. Kami melihat dari sisi limbah, energi, pertanian dan kehutanan. Setiap sektor memiliki strategi mitigasi yang berbeda, tetapi semuanya harus terintegrasi," kata Henky kepada Borneonews pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Berdasarkan materi perusahaan, pada sektor limbah, SSMS melakukan mitigasi melalui pemanfaatan biogas dari Palm Oil Mill Effluent atau POME. Sementara pada sektor energi, perusahaan mengembangkan upaya methane capture atau penangkapan metana yang berasal dari POME.
Di sektor pertanian, strategi mitigasi dilakukan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dengan substitusi pupuk anorganik menggunakan pupuk organik. Sementara pada sektor kehutanan, perusahaan melakukan perlindungan terhadap kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi atau High Conservation Value atau HCV.
Strategi tersebut juga mencakup perlindungan habitat orangutan di Pulau Salat. Dalam laporan keberlanjutan SSMS, Pulau Salat digunakan sebagai kawasan pra-pelepasliaran orangutan untuk mempercepat proses pengembalian satwa ke alam. Sementara dalam jangka panjang, gugusan Pulau Salat juga diarahkan sebagai suaka bagi orangutan yang tidak dapat dilepasliarkan kembali.
Henky mengatakan, pendekatan berbasis lanskap tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan menuju praktik usaha yang lebih berkelanjutan.
"Pengurangan emisi dan perlindungan keanekaragaman hayati memiliki hubungan yang erat. Karena itu, perlindungan kawasan konservasi menjadi salah satu bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan," ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)









