BORNEONEWS, Palangka Raya - Penerapan integritas perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah Hanik Inayatur Rohmah dalam Tayang Bincang Komunitas Pemelajar Akuntansi Forensik dan Investigasi Anindhacitya bertema “Peranan Perempuan dalam Penguatan Budaya Integritas” di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa, 6 Oktober 2026.
Hanik menekankan integritas harus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di ruang kerja, keluarga, maupun masyarakat.
“Harapannya, integritas ini tidak hanya menjadi bahan diskusi dalam forum, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di ruang kerja, keluarga, maupun masyarakat,” tutur Hanik.
Hanik menambahkan semangat antikorupsi sejalan dengan integritas dan perlu diperhatikan dalam tindakan sehari-hari.
“Korupsi terkadang hanya dipandang dari hal-hal besar, sementara tindakan kecil yang dilakukan berulang dan dianggap biasa juga perlu diperhatikan,” pungkas Hanik.
Menurut Hanik, sesuatu yang dianggap biasa karena dilakukan banyak orang belum tentu benar sehingga perlu dihindari dan dicegah secara konsisten.
Sementara itu, Sunarti menjelaskan integritas tercermin dari konsistensi dalam memegang prinsip, termasuk ketika tidak ada yang mengawasi, serta menjadi landasan dalam setiap tindakan. (HERMAWAN DP/y)









