PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus mendorong keterlibatan petani swadaya dalam ekosistem kelapa sawit berkelanjutan. Penguatan tersebut dilakukan melalui organisasi petani dan dukungan terhadap penerapan standar keberlanjutan.

Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo mengatakan petani swadaya merupakan bagian penting dalam rantai pasok kelapa sawit. Karena itu, penguatan kapasitas petani menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari agenda keberlanjutan perusahaan.

"Petani swadaya memiliki peran strategis. Karena itu, kami ingin memastikan mereka tidak hanya menjadi bagian dari rantai pasok, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan praktik perkebunan yang berkelanjutan," ujar Henky kepada Borneonews pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Berdasarkan data pada materi perusahaan, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) memiliki 774 anggota dengan luas areal 1.747,73 hektare. Sementara BUMDes Berkah Mulya Jaya memiliki 506 anggota dengan luas areal mencapai 1.997,98 hektare.

Dengan demikian, dua kelompok tersebut mencakup 1.280 anggota dengan total luas areal sekitar 3.745,71 hektare. Keduanya juga tercatat memiliki keanggotaan RSPO masing-masing.

Keterlibatan petani swadaya dalam agenda keberlanjutan juga terlihat pada program konservasi Pulau Salat. RSPO mencatat APKSM dan SSMS pernah berkolaborasi dalam mendukung program konservasi orangutan, termasuk pemanfaatan insentif dari Kredit RSPO untuk mendukung kebutuhan pakan orangutan.

Henky mengatakan, model tersebut menjadi contoh bahwa keberlanjutan dapat dibangun melalui kolaborasi antara perusahaan dan petani. Dengan demikian, petani tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan perkebunan, tetapi juga memiliki kesempatan berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati. (TESTI PRISCILLA/H)