BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Keterlibatan pemerintah desa dalam membantu pemulihan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi salah satu contoh penanganan yang diapresiasi Dinas Sosial Kabupaten Kapuas. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kapuas, Andi, mencontohkan peran Kepala Tumbang Tihis dalam mendampingi warganya yang menjalani penanganan di RSJ Kalawa Atei.
Andi mengatakan, kepala desa tersebut dinilainya aktif memberikan perhatian kepada warganya, termasuk mendampingi proses penanganan. Menurutnya, keterlibatan pemerintah desa menjadi penting karena proses pemulihan ODGJ tidak berhenti ketika pasien mendapatkan perawatan.
Dalam kasus yang diceritakannya, kepala desa tersebut bahkan sudah memikirkan kehidupan warganya setelah dinyatakan pulih. Ia memberikan motivasi agar warga tersebut nantinya dapat kembali bekerja dan menjalani kehidupan di lingkungan asalnya.
"'Nanti kalau sampai kamu sembuh, nanti kalau sembuh, ini ada program Bupati 1 miliar 1 desa, kamu kerja ikut saya.' Gitu loh. Hebat Kadesnya," kata Andi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Andi, pendekatan seperti itu merupakan contoh bagaimana lingkungan dapat mengambil bagian dalam proses pemulihan ODGJ. Pasien yang selesai menjalani perawatan tidak hanya membutuhkan tempat untuk kembali, tetapi juga penerimaan, pendampingan dan kesempatan untuk kembali menjalankan aktivitas sosial.
Pihak Dinsos Kapuas menilai semangat yang ditunjukkan pemerintah desa seperti di Tumbang Tihis dapat menjadi contoh bagi lingkungan lainnya. Keterlibatan kepala desa, keluarga dan masyarakat dinilai dapat membantu proses reintegrasi sehingga ODGJ yang telah pulih memiliki ruang untuk kembali beraktivitas di tengah masyarakat. (SABRIANOOR/y)









