PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Katingan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan 2.500 dari 3.542 mahasiswa baru Universitas Palangka Raya (UPR) menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Target tersebut disampaikan dalam sosialisasi QRIS pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.

Kepala BI Kalteng, Yuliansah Andrias menyampaikan langkah tersebut dinilai strategis karena mahasiswa merupakan kelompok yang sangat dekat dengan transaksi digital. 

"Namun, peningkatan jumlah pengguna QRIS dinilai tidak cukup hanya mengejar angka adopsi. Literasi keamanan transaksi dan perlindungan konsumen juga harus menjadi perhatian utama," katanya, saat dikonfirmasi Jumat 14 Agustus 2026.

BI Kalteng bersama UPR memberikan edukasi mengenai manfaat QRIS, tata cara penggunaan, hingga risiko yang dapat muncul dalam transaksi digital.

"Target 2.500 pengguna dari total 3.542 mahasiswa baru menunjukkan besarnya dorongan terhadap perluasan pembayaran nontunai di lingkungan kampus," katanya.

Di sisi lain, semakin banyak masyarakat menggunakan transaksi digital, semakin besar pula kebutuhan pemahaman mengenai modus penipuan, tautan palsu, penyalahgunaan data, hingga pentingnya memastikan nama merchant sebelum melakukan pembayaran.

"Karena itu, edukasi QRIS di kalangan mahasiswa tidak semestinya berhenti pada cara memindai dan membayar, tetapi juga membangun kebiasaan bertransaksi secara aman dan bertanggung jawab," jelasnya.

Mahasiswa baru UPR diharapkannya tidak hanya menjadi pengguna QRIS, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem digital yang cerdas, aman, dan kritis dalam menggunakan layanan pembayaran digital.

"Dengan demikian, target 2.500 pengguna QRIS tidak sekadar menjadi capaian kuantitatif, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas literasi digital mahasiswa," tegasnya. (MARINI/Y)