PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Katingan – Generasi Z menjadi salah satu kelompok strategis yang disasar Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat modernisasi sistem pembayaran dan ekosistem keuangan digital sepanjang 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi sehingga memiliki peran penting dalam memperluas penggunaan pembayaran digital.

Menurutnya, mahasiswa dan generasi Z tidak hanya diarahkan menjadi pengguna layanan pembayaran digital, tetapi juga perlu memiliki pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta keamanan dalam bertransaksi.

“Generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, mereka menjadi sasaran penting dalam perluasan literasi pembayaran digital,” ujar Yuliansah, Jumat 14 Agustus 2026.

BI mendorong pemanfaatan berbagai kanal pembayaran digital, termasuk QRIS, untuk kebutuhan transaksi sehari-hari. Namun, peningkatan penggunaan teknologi pembayaran harus berjalan beriringan dengan literasi masyarakat.

Hal ini penting karena semakin luas transaksi digital digunakan, semakin besar pula kebutuhan masyarakat untuk memahami keamanan data, mengenali modus penipuan, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi permasalahan transaksi.

"Dengan demikian, modernisasi keuangan digital pada 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah pengguna. Gen Z juga diharapkan menjadi generasi yang cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital," tambahnya.

BI juga terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai ruang strategis untuk membangun kebiasaan transaksi digital yang aman sejak mahasiswa memasuki lingkungan kampus.(MARINI/Y)