BORNEONEWS, Pulang Pisau – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau mencatat sebanyak 1.503 titik hotspot dan 38 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang periode Juli hingga Agustus 2026.
Data tersebut tercatat dalam Infografis Posko Siaga Karhutla 2026 per 18 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB. Dari 38 kejadian tersebut, total luasan lahan yang terbakar mencapai 334,41 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan data tersebut menjadi gambaran kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah selama periode siaga.
“Data ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi perhatian serius. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama seluruh unsur terkait agar kebakaran yang terjadi tidak meluas,” ujar Herman. Kamis, 20 Agustus 2026.
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Jabiren Raya menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar, yakni mencapai 257,29 hektare dari tiga kejadian dengan 1.303 titik hotspot.
Selanjutnya Kecamatan Sebangau Kuala tercatat memiliki 62 hotspot, dengan tujuh kejadian karhutla dan luas lahan terbakar mencapai 34,25 hektare. Kecamatan Kahayan Kuala memiliki 85 hotspot dengan delapan kejadian dan luas karhutla 15 hektare.
Sementara itu, Kecamatan Kahayan Tengah mencatat 32 hotspot, sembilan kejadian dan luas karhutla 11,3 hektare. Kecamatan Kahayan Hilir terdapat empat hotspot, tiga kejadian dan luas lahan terbakar 5,38 hektare.
Kecamatan Pandih Batu mencatat empat hotspot dengan tiga kejadian karhutla dan luas enam hektare. Kecamatan Maliku terdapat dua hotspot dan dua kejadian dengan luas 2,5 hektare.
Sedangkan Kecamatan Banama Tingang mencatat 11 hotspot, tiga kejadian dan luas karhutla 2,7 hektare.
Herman menegaskan, BPBD Pulang Pisau bersama unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan, baik personel maupun sarana dan prasarana, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu terjadinya karhutla.
“Kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana terus kami perkuat. Setiap laporan titik api akan kami tindak lanjuti dan dilakukan penanganan sedini mungkin untuk mencegah api berkembang dan meluas,” katanya.
Dalam data tersebut, BPBD Pulang Pisau mencatat kekuatan personel gabungan yang disiagakan mencapai 350 personel, dengan dukungan 107 unit sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.
Herman juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya. (RETHA/H)









