PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program Pasar Inflasi yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) terus diperluas. Hingga saat ini program tersebut telah berjalan sebanyak sembilan kali di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Kobar.

Sekretaris Disperindagkop UKM Kobar, Muhamad Suhendra, menyebut pelaksanaan Pasar Inflasi sebelumnya telah menyasar beberapa lokasi dengan frekuensi yang berbeda. Sebanyak enam putaran digelar di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, kemudian masing-masing satu kali di Desa Kumpai Batu Bawah dan Pangkalan Bun Park.

“Sampai dengan hari ini sudah terlaksana sembilan kali atau putaran Pasar Inflasi,” katanya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pelaksanaan di Pasar Cempaka Kumai menjadi putaran kesembilan sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah memperluas jangkauan program. Tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, Pasar Inflasi juga diarahkan hadir di wilayah lain yang membutuhkan.

Salah satu wilayah yang masuk dalam rencana adalah Desa Riam Durian atau Despot, Kecamatan Kotawaringin Lama. Meski demikian, pelaksanaannya masih membutuhkan koordinasi dengan sejumlah pihak yang tergabung dalam tim Pasar Inflasi.

“Wacana untuk hadir di kecamatan lain seperti di Despot (Desa Riam Durian) Kecamatan Kotawaringin Lama memang ada, tapi nanti kita koordinasikan dulu dengan tim Pasar Inflasi lainnya,” ujarnya.

Koordinasi tersebut diperlukan karena kegiatan Pasar Inflasi melibatkan sejumlah instansi dalam penyediaan komoditas. Tim yang terlibat antara lain Dinas Pertanian Kobar, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kobar, Perum Bulog Cabang Kobar serta Pertamina Patra Niaga Kumai/Pangkalan Bun.

Selain memperluas lokasi, Disperindagkop UKM Kobar juga menyiapkan pola pelaksanaan yang lebih rutin. Pasar Inflasi ditargetkan dapat digelar setidaknya empat kali dalam sebulan, yakni setiap hari Rabu.

“Konsep Pasar Inflasi ini akan diintensifkan dan rutin kita laksanakan setidaknya empat kali dalam satu bulan yaitu setiap hari Rabu dalam rangka pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat,” jelasnya.

Muhamad Suhendra menambahkan, lokasi pasar inflasi nantinya akan ditentukan dengan mempertimbangkan situasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan pola tersebut, kegiatan diharapkan tidak hanya berlangsung secara rutin, tetapi juga tepat sasaran.

Di sisi lain, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tertentu terlihat dari penjualan LPG 3 kilogram. Dalam pelaksanaan di Pasar Cempaka Kumai, sebanyak 75 tabung LPG 3 kilogram yang disediakan seluruhnya habis terjual.

Mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan ketika berbelanja di Pasar Inflasi. Masyarakat diharapkan membeli sesuai kebutuhan sehingga kesempatan memperoleh komoditas dengan harga terjangkau dapat dirasakan lebih banyak warga.

“Harapannya masyarakat agar dapat memanfaatkan momen Pasar Inflasi ini dengan sebaik-baiknya dengan cara berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” pungkasnya.

Dengan rencana pelaksanaan yang lebih intensif dan peluang ekspansi ke wilayah kecamatan lain, Pasar Inflasi diharapkan menjadi salah satu instrumen Pemkab Kobar dalam menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat pengendalian inflasi di tingkat daerah. (NURITA/H)