JAKARTA –

BORNEONEWS, Paris - Komite Menteri Bersama Arab Saudi-Prancis untuk AlUla membahas penguatan kemitraan dan kerja sama pengembangan kawasan AlUla dalam berbagai sektor, termasuk budaya, pariwisata, ekonomi, dan pelestarian warisan.

Pertemuan yang berlangsung di Paris, Senin (24/8), itu dipimpin Menteri Kebudayaan sekaligus Gubernur Komisi Kerajaan AlUla Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan dan Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot.

Pertemuan tersebut diawali dengan penyambutan atas penandatanganan kesepakatan untuk memperpanjang dan mengubah perjanjian antara Arab Saudi dan Prancis terkait pengembangan budaya, lingkungan, pariwisata, sumber daya manusia, ekonomi, dan warisan di AlUla.

Kedua negara kemudian meninjau pencapaian apa saja yang telah diraih kemitraan serta membahas peluang kerja sama ke depan.

Mereka pun menegaskan posisi AlUla sebagai titik temu peradaban sekaligus destinasi global untuk budaya, kreativitas, dan pembangunan berkelanjutan.

Kedua negara juga menegaskan komitmen memperdalam kemitraan yang dinilai telah menjadi model kerja sama internasional berbasis pertukaran manfaat dan pengetahuan untuk mendukung pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Pertemuan turut membahas investasi bersama dan kerja sama yang sedang berjalan di bidang arkeologi, seni, budaya, olahraga, perhotelan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kemitraan tersebut mencakup proyek strategis seperti AlUla Tram dan Sharaan Resort yang dirancang arsitek Prancis Jean Nouvel, serta investasi energi terbarukan, air, dan mobilitas.

Proyek-proyek itu mendukung target Visi Saudi 2030 untuk menarik satu juta wisatawan dan investasi global, sekaligus menjaga warisan budaya dan alam AlUla.

ANTARA