SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menggelar kegiatan public speaking bagi pemuda. Kegiatan tersebut menyasar pelajar tingkat SLTA sederajat, mulai dari SMA, MA hingga SMK.

Kepala Dispora Kotim Muhammad Irfansyah mengatakan, kegiatan public speaking ini merupakan salah satu upaya untuk membekali generasi muda agar mampu berkomunikasi dan menyampaikan pendapat dengan baik di depan umum.

“Public speaking ini untuk anak-anak generasi muda kita, agar mereka nantinya bisa berbicara di depan umum maupun memberikan pendapatnya dengan bagus,” kata Muhammad Irfansyah, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum sangat penting dimiliki generasi muda. Tidak hanya untuk menunjang kegiatan mereka di lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai bekal ketika terjun ke masyarakat.

Irfansyah berharap, melalui kegiatan tersebut para peserta tidak hanya memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik, tetapi juga mampu memberikan solusi dan masukan yang bermanfaat.

“Seperti arahan saya tadi, mereka tidak hanya bisa mengkritik saja, tapi bisa memberikan masukan-masukan yang bermanfaat nantinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, public speaking juga erat kaitannya dengan pembentukan sikap dan etika dalam berkomunikasi. Para pelajar diharapkan mampu memahami bagaimana cara berbicara yang baik kepada teman sebaya maupun kepada orang yang lebih tua.

“Public speaking sebenarnya hampir boleh dikatakan seperti sopan santun. Manfaatnya di sekolah, mungkin nanti tidak ada lagi kata-kata bullying,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga diarahkan agar dapat berkomunikasi dengan sesama teman menggunakan bahasa yang baik serta memahami adab ketika berbicara dengan guru maupun orang yang lebih tua.

Irfansyah menekankan pentingnya membiasakan diri menggunakan salam ketika bertemu atau berkomunikasi dengan orang lain, baik yang lebih tua, sebaya maupun yang lebih muda.

“Dengan guru, mereka bisa berbicara juga bagaimana adabnya, public speaking-nya. Seperti yang saya katakan tadi, mereka bisa menggunakan salam dulu kalau berhadapan dengan orang, entah yang lebih tua ataupun yang sederajat, maupun yang lebih muda,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelatihan Public Speaking yang juga Kepala Bidang Pembudayaan Pemuda Supriadi, mengungkapkan kegiatan tersebut diikuti pelajar SMA sederajat dari tujuh sekolah yang ada di Kota Sampit.

Menurutnya, para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut merupakan siswa yang selama ini kerap dipercaya menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan di sekolah.

"Peserta ini merupakan siswa yang biasanya menjadi pembawa acara saat kegiatan di sekolah. Sehingga dengan adanya pelatihan ini mereka lebih berani dan baik lagi nantinya," ujar Supriadi.

Ia berharap, melalui pelatihan tersebut para peserta tidak hanya memiliki keberanian untuk berbicara di depan umum, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan menjadi pembawa acara yang lebih baik dalam berbagai kegiatan. (DEVIANA/y)