BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi menjadi budaya dan bagian dari kehidupan masyarakat.
Kepala Dispora Kotim Muhammad Irfansyah saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta pelaku olahraga Kabupaten Kotim mengatakan pembangunan olahraga harus dimulai dari masyarakat dengan membangun kesadaran untuk aktif bergerak dan menjaga kebugaran.
“Kita ingin masyarakat Kotawaringin Timur semakin aktif bergerak, berolahraga dan menjaga kebugaran. Karena masyarakat yang bugar adalah modal utama untuk membangun daerah yang sehat, produktif dan berkualitas,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia menambahkan, masyarakat yang aktif berolahraga juga menjadi fondasi dalam mencetak atlet berprestasi. Dari budaya olahraga yang tumbuh di tengah masyarakat, diharapkan secara bertahap muncul bibit-bibit olahraga potensial.
“Dari masyarakat yang aktif berolahraga inilah secara bertahap akan lahir bibit-bibit olahraga yang berpotensi menjadi atlet berprestasi,” katanya.
Dalam upaya tersebut, peran guru PJOK dan pelaku olahraga dinilai sangat strategis. Guru PJOK tidak hanya bertugas memberikan teori dan praktik olahraga di sekolah, tetapi juga menjadi penggerak budaya hidup aktif sejak usia dini.
“Guru PJOK bukan hanya mengajarkan teori dan praktik olahraga di sekolah, tetapi juga menjadi penggerak budaya hidup aktif sejak usia dini,” tegasnya.
Sementara itu, para pelaku olahraga diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus memperluas sosialisasi mengenai pentingnya olahraga kepada masyarakat.
Karena itu, melalui pelatihan tersebut, ia berharap peningkatan kompetensi peserta juga diikuti dengan komitmen bersama untuk menggerakkan masyarakat agar menjadikan olahraga sebagai kebutuhan sehari-hari.
“Kita tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membangun komitmen bersama untuk menggerakkan masyarakat Kotawaringin Timur agar menjadikan olahraga sebagai kebutuhan, bukan sekadar kegiatan sesaat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak membangun olahraga dari tingkat paling dasar, yakni masyarakat.
“Mari kita bangun olahraga dari bawah. Masyarakatnya bugar, pembinaannya kuat, bibitnya tumbuh dan prestasinya meningkat,” ajaknya.
Sementara Ketua panitia Arga Asmaradana dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia olahraga di Kotim, khususnya guru PJOK dan pelaku olahraga.
Peserta diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, ilmiah, terukur, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan kualitas olahraga daerah.
“Melalui kegiatan ini peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran, pembinaan kebugaran, keselamatan olahraga serta penyusunan program latihan yang berbasis data dan pengukuran,” jelasnya.
Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari guru PJOK dan pelaku olahraga di Kabupaten Kotim.
Materi yang diberikan cukup beragam dan berkaitan langsung dengan kebutuhan di lapangan. Di antaranya High Quality CPR yang disampaikan tenaga ahli RSUD dr Murjani Sampit.
Selain itu, peserta mendapatkan materi dasar-dasar pembuatan jurnal olahraga dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang disampaikan jurnalis Harian Radar Sampit.
Materi lainnya yakni asesmen kebugaran jasmani serta sport science sebagai strategi pembinaan olahraga, yang disampaikan akademisi PJKR Universitas Palangka Raya.
Dengan materi tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, pembinaan atlet maupun pengembangan olahraga masyarakat di Kotim. (DEVIANA/y)









