BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) melibatkan masyarakat sekitar wilayah operasional dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya melalui pembinaan 21 Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang tersebar di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah.
Puluhan kelompok tersebut berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Pulang Pisau. Keberadaan KTPA menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla, khususnya selama musim kemarau.
Direktur Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Henky Satrio Wibowo, Jumat, 28 Agustus 2026 mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.
“Karhutla bukan persoalan yang bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, kami membangun komunikasi dengan KTPA, melakukan sosialisasi, serta mendorong kewaspadaan bersama. Harapannya, potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih besar,” jelas Henky Satrio Wibowo.
Menurut Henky Satrio Wibowo, komunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla. Masyarakat diharapkan dapat ikut mengenali potensi munculnya sumber api dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
"Selain membina KTPA, SSMS juga melakukan sosialisasi mengenai pencegahan karhutla kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.Perusahaan turut memasang signboard atau papan informasi larangan membakar di sejumlah lokasi. Pemasangan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat maupun pengguna kawasan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran," jelas Henky Satrio Wibowo.
Henky Satrio Wibowo mengatakan keterlibatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun budaya pencegahan secara berkelanjutan.
“Kami berupaya memastikan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat terus berjalan. Pencegahan akan lebih efektif apabila menjadi kesadaran bersama. Melalui pembinaan KTPA, sosialisasi, dan pemasangan papan larangan membakar, SSMS berharap kewaspadaan terhadap ancaman karhutla semakin kuat, tidak hanya di lingkungan perusahaan tetapi juga di wilayah masyarakat sekitar," jelas Henky Satrio Wibowo. (WAHYU KRIDA/H)









