TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu dan Komandan Batalyon (Danyon) Yonif TP 924/Uria Mapas Letkol Wahyu Hariatmoko, turun langsung ke lokasi untuk mendampingi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Balawa, Jumat, 28 Agustus 2026 malam.

Kehadiran kedua pejabat tersebut saat tim gabungan berjibaku memadamkan api yang membakar lahan kebun masyarakat di pinggir Jalan Balawa. Kebakaran menghanguskan vegetasi berupa semak belukar, pepohonan kayu, dan pohon karet dengan luas area terbakar diperkirakan sekitar 0,5 hektare.

Wakil Bupati Barito Timur dan Danyon TP 924/Uria Mapas turut mendampingi proses penanganan di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi antarunsur yang terlibat. Tim gabungan terdiri atas TRC-PB BPBD Damkar Barito Timur, personel Yonif TP 924/Uria Mapas, PT AEP Nusantara Plantation, serta Bhabinkamtibmas Desa Balawa.

Selain itu keduanya juga mengkoordinir penanganan Karhutla di berbagai titik yang lain pada waktu yang sama.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur Parluhutan Tampubolon mengatakan, keterlibatan berbagai unsur sangat membantu percepatan penanganan karhutla, terlebih kondisi kebakaran berlangsung pada malam hari.

“Koordinasi di lapangan sangat penting. Dengan dukungan seluruh unsur, termasuk Wakil Bupati dan Danyon yang turun langsung ke lokasi, proses penanganan bisa berjalan bersama-sama sampai api berhasil dipadamkan,” katanya 

Menurut Parluhutan, informasi awal mengenai karhutla diterima BPBD Damkar dari masyarakat melalui WhatsApp. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan TRC-PB menuju lokasi kejadian.

Tim berangkat dari Tamiang Layang sekitar pukul 18.05 WIB dan menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit menuju Desa Balawa. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman dan pembasahan untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke area lainnya.

Sebanyak sembilan personel TRC-PB BPBD Damkar diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka mendapat dukungan dari anggota Yonif TP 924/Uria Mapas, PT AEP Nusantara Plantations, serta Bhabinkamtibmas Desa Balawa.

Dukungan sarana pemadaman juga dikerahkan secara bersama. BPBD Damkar menggunakan satu unit mesin jinjing, mobil pikap, tandon air berkapasitas 1.000 liter, tujuh selang antar, satu nozzle, serta perangkat komunikasi berupa HT.

PT AEP Nusantara Plantation turut mendukung penanganan dengan satu unit tangki air berkapasitas 3.000 liter dan satu unit jonder. Sementara Yonif TP 924/Uria Mapas mengerahkan satu unit kendaraan pemadam dengan kapasitas 3.000 liter.

Parluhutan mengungkapkan, petugas menghadapi kendala medan berupa semak belukar yang cukup rimbun. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja lebih cermat saat melakukan penyisiran untuk memastikan api tidak menyisakan titik panas.

“Kendalanya semak belukar cukup rimbun. Selain itu, pemadaman dilakukan pada malam hari sehingga jarak pandang menjadi terbatas. Karena itu, petugas harus lebih teliti dalam melakukan penyisiran dan memastikan api benar-benar padam,” ujarnya.

Meski menghadapi sejumlah kendala, tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran. Setelah berjibaku selama sekitar dua jam, seluruh area yang terbakar seluas kurang lebih 0,5 hektare berhasil dipadamkan.

Pemadaman selesai sekitar pukul 20.08 WIB. Tim kemudian memastikan kondisi lokasi sebelum meninggalkan area kebakaran untuk memastikan tidak ada lagi api yang berpotensi kembali membesar.

Parluhutan menilai kecepatan laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Informasi yang diterima sejak awal memungkinkan petugas segera melakukan tindakan sebelum api berkembang lebih luas.

“Laporan dari masyarakat sangat membantu dalam mempercepat penanganan. Begitu informasi diterima, tim bisa langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman,” katanya.

Sebelum meninggalkan lokasi, masing-masing unsur melakukan pengecekan terhadap personel untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi lengkap dan aman. Setelah pengecekan selesai, seluruh tim kembali ke instansi masing-masing. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)