PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) memilih bergerak secara mandiri membantu masyarakat. 

Organisasi tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari iuran anggota untuk menggelar aksi sosial, termasuk membagikan masker kepada warga.

Ketua DPD IWAPI Kalteng, Asti Rizky Badjuri mengatakan pembagian masker dilakukan karena kondisi kabut asap menjadi momentum yang tepat bagi organisasi untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

“Secara simultan membagikan masker karena saat itu yang kami rasakan adalah momentum yang tepat untuk kita juga peduli kepada situasi lingkungan kita yang terdampak kabut asap,” ujar Asti, kepada Borneonews pada Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Asti, aksi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu dukungan anggaran dari pemerintah. IWAPI sebagai organisasi nirlaba, berupaya mengambil peran sesuai kemampuan organisasi ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Ia menegaskan, seluruh kegiatan IWAPI selama ini didukung melalui iuran anggota setiap bulan. Organisasi tersebut tidak menerima dana hibah sehingga program sosial maupun kegiatan internal dijalankan berdasarkan kemampuan finansial anggotanya.

“IWAPI itu dalam AD/ART-nya adalah organisasi nirlaba. Jadi kegiatan organisasi semua dari iuran anggota setiap bulannya, karena kita juga tidak menerima dana hibah,” tegas Asti.

Iuran anggota tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan organisasi seperti rapat kerja daerah, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. 

Di antaranya bantuan bagi anggota yang sakit, keluarga anggota yang meninggal dunia, kegiatan keagamaan, hingga aksi kepedulian terhadap masyarakat.

Dalam kondisi kabut asap, IWAPI memilih mengalokasikan sebagian sumber daya tersebut untuk membantu masyarakat mendapatkan perlindungan sederhana berupa masker. 

"Langkah itu menjadi bentuk respons langsung ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas masyarakat mulai terdampak," tambahnya.

Asti berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, kepedulian terhadap kondisi lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan dilakukan bersama-sama, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu kesehatan. (MARINI/Y)