BORNEONEWS, Palangka Raya – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mulai mengembangkan pemanfaatan sampah organik menjadi bahan yang dapat mendukung kegiatan bercocok tanam. Langkah tersebut diawali dengan pemilahan sisa sayuran dan buah di lingkungan kerja perusahaan.
Sampah organik yang selama ini berpotensi berakhir sebagai limbah kini dipilah untuk disiapkan sebagai bahan pembuatan ecoenzyme. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatannya untuk kegiatan tanaman pangan.
Program tersebut dijalankan melalui pilot project di tiga unit kerja SSMS, yakni PT Mitra Mendawai Sejati (MMS), Kalimantan Sawit Abadi (KSA), dan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS).
Sebanyak 25 peserta dari masing-masing unit kerja mengikuti tahap awal program. Dengan demikian, total peserta yang terlibat mencapai 75 orang.
Program diawali dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah yang dilakukan Tim Sustainability SSMS. Kegiatan tersebut dikoordinasikan Amrin Fauzi Pratama Lubis.
Dalam sosialisasi, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah, terutama sampah organik dan anorganik. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pemilahan sejak dari sumber.
"Pemilahan menjadi tahapan penting karena sampah organik seperti sisa sayuran dan buah dapat dikumpulkan secara terpisah untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecoenzyme," kata Amrin dalam rilis kepada Borneonews pada Senin, 31 Agustus 2026.
Melalui pilot project ini, SSMS berupaya membangun kebiasaan baru di lingkungan kerja, yakni melihat sampah bukan semata sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan.
Program tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk menghubungkan pengelolaan sampah dengan kegiatan bercocok tanam dan pemanfaatan tanaman pangan secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









