BORNEONEWS, Sampit – Ketua TP-PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Khairiah Halikinnor mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas Rumah Aman Asap di tengah kondisi kabut asap.
"Rumah aman Asap ini adalah salah satu penanganan pertama bagi masyarakat yang terkena dampak paparan asap. Misalkan ada yang sesak napas atau yang hanya mau nebu atau oksigen, boleh di sini," kata Khairiah, Rabu, 2 September 2026.
Hal tersebut disampaikan Khairiah saat meninjau Rumah Aman Asap di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Menurutnya, Rumah Aman Asap dapat menjadi tempat penanganan awal bagi warga yang mengalami keluhan akibat paparan asap, seperti sesak napas, maupun membutuhkan nebulizer dan oksigen.
Namun, warga dengan penyakit penyerta tidak diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan di Rumah Aman Asap. Mereka akan dirujuk ke rumah sakit agar mendapat penanganan medis yang sesuai.
"Asal tidak ada penyakit penyerta. Kalau ada penyakit penyerta, otomatis kita rujuk ke rumah sakit. Kebetulan juga di sini dekat dengan rumah sakit, makanya diambil di sini," ujarnya.
Khairiah menjelaskan, fasilitas serupa juga tersedia di PSC 119 dan seluruh puskesmas di Kotim. Masyarakat yang membutuhkan layanan dapat langsung mendatangi fasilitas tersebut.
"Sebenarnya fasilitas seperti ini ada di PSC 119 dan di seluruh Puskesmas. Jadi masyarakat yang memang memerlukan ini bisa langsung datang, ini gratis tidak ada syarat apapun," tambahnya.
Adapun khusus Rumah Aman Asap di Kelurahan Mentawa Baru Hilir memanfaatkan tempat yang disediakan pihak kelurahan. Sementara itu, fasilitas dan dukungan penanganan di Rumah Aman Asap diberikan oleh Ranu Welum Foundation. (DEWI PATMALASARI/y)









