TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 390 titik api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan bersama masyarakat.

Bupati Barito Timur M Yamin mengatakan, penguatan penanganan karhutla dilakukan setelah pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi pada 24 Agustus 2026. Rapat tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi cuaca sekaligus perkembangan karhutla di wilayah Barito Timur.

“Perkembangan penanganan karhutla diawali dengan kita melaksanakan rapat koordinasi pada tanggal 24 Agustus. Sehingga kita sudah bisa melihat kondisi cuaca termasuk kondisi karhutla sehingga saat ini kita telah meningkatkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat,” katanya saat diwawancarai di Posko Karhutla, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Yamin, peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat memberikan dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk memperluas dan memperkuat langkah penanganan karhutla. Hingga 31 Agustus 2026, ratusan titik api telah berhasil ditangani.

“Artinya kalau sudah tanggap darurat ada payung hukum untuk melakukan upaya-upaya penanganan, dan penanganan kita sampai dengan tanggal 31 Agustus, terdapat 390 titik api yang telah dipadamkan,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut, kata Yamin, merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, relawan, perusahaan, BPBD Damkar, pemerintah daerah hingga masyarakat. Ia memberikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak yang terus bergerak melakukan pemadaman maupun memberikan informasi mengenai keberadaan titik api.

“Masyarakat juga sangat membantu dalam pelaporan maupun penanganan serta bekerjasama dengan tim gabungan,” katanya.

Di sisi pencegahan, Pemkab Barito Timur kembali turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya dan larangan pembakaran hutan maupun lahan. Bupati bersama Wakil Bupati dan tim yang terdiri dari kepolisian, TNI serta BPBD Damkar turut mendatangi sejumlah wilayah untuk memperkuat pemahaman masyarakat.

Sosialisasi tersebut dilakukan meskipun sebelumnya rapat koordinasi telah melibatkan seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa dan relawan. Pemerintah daerah menilai penyampaian informasi secara langsung tetap diperlukan agar larangan pembakaran lahan benar-benar dipahami dan dipatuhi masyarakat.

Yamin menegaskan larangan membakar hutan dan lahan berlaku tanpa pengecualian, termasuk pembakaran yang dilakukan dengan dalih kepentingan pertanian, perkebunan maupun pertambangan.

“Kita melakukan sosialisasi lagi ke masing-masing Kecamatan tentang yang pertama yaitu surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang larangan membakar hutan dan lahan dengan alasan apapun, baik untuk pertanian perkebunan, pertambangan dan lain-lain, jelas dilarang keras, tidak ada toleransi,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat turut menjaga kondisi Barito Timur yang saat ini masih menghadapi ancaman karhutla. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.

“Jadi imbauan kami kepada masyarakat mari kita menjaga situasi dan kondisi yang sekarang di daerah kita terjadi karhutla, kita sama-sama waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan ini dan jangan melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun,” ucap Yamin.

Selain mengendalikan api, perhatian pemerintah daerah kini juga diarahkan terhadap dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah anak-anak sekolah. Yamin telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mengamati kondisi asap dan dampak karhutla terhadap kesehatan peserta didik.

Apabila kondisi asap dinilai telah mengganggu kesehatan anak-anak, kepala sekolah diberikan kewenangan untuk mengurangi jam pelajaran hingga menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Kebijakan tersebut diambil agar keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap menjadi prioritas.

“Setelah itu saya juga telah menginstruksikan kepada dinas tertentu seperti dinas pendidikan untuk bisa mengamati situasi asap atau dampak dari karhutla ini sudah mengganggu kesehatan anak-anak kita terutama yang sekolah sehingga memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk mengurangi jam pelajaran atau sampai pada tingkat menghentikan kegiatan belajar mengajar sehingga kita utamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak kita,” jelasnya.

Antisipasi terhadap gangguan kesehatan juga diperkuat melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Bupati telah menginstruksikan Pustu, Puskesmas dan rumah sakit untuk menyiapkan obat-obatan yang diperlukan, terutama dalam menghadapi gangguan pernapasan atau ISPA maupun penyakit lain yang berpotensi muncul akibat terbatasnya sumber air bersih, seperti diare.

“Pustu, Puskesmas dan rumah sakit disiagakan 1x24 jam termasuk dengan tenaga medisnya,” tegas Yamin.

Untuk memperoleh gambaran mengenai dampak karhutla secara lebih akurat, Pemkab Barito Timur juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dan BMKG. Analisis dari kedua instansi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan sekaligus mengajukan dukungan atau bantuan.

“Tadi juga kami telah melakukan zoom meeting dengan BPBD provinsi dan BMKG agar dapat mengukur sejauh mana dampak karhutla lewat analisa mereka karena dari sana yang sangat akurat dan menjadi dasar untuk kita mengajukan bantuan,” kata Bupati.

Di tengah situasi tersebut, dukungan dari dunia usaha turut membantu pemerintah dalam penanganan karhutla. Yamin menyampaikan terima kasih kepada BUMN dan perusahaan swasta yang telah memberikan bantuan untuk mendukung operasional posko, termasuk makanan, vitamin dan alat pelindung diri (APD).

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang membantu menyuplai air, baik untuk penanganan karhutla maupun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengajak perusahaan swasta, BUMN, BUMD dan perbankan untuk ikut berpartisipasi membantu masyarakat serta mendukung upaya penanganan karhutla di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi Barito Timur.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarluaskan informasi mengenai bahaya karhutla dan larangan membakar lahan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun tim pemadam, tetapi membutuhkan kesadaran seluruh elemen masyarakat.

“Ini memang harus kita hadapi kondisi saat ini dengan kebersamaan dan satu tindakan yang terkoordinir dan terukur sehingga semua bisa kita lewati dengan penuh kesabaran dan tawakal,” tuturnya.

Penguatan personel di lapangan juga dilakukan. Saat ini sebanyak empat personel TNI dari Mabes TNI AD ditugaskan di Barito Timur selama satu bulan. Mereka memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dan tim gabungan dalam menghadapi karhutla.

Bupati Barito Timur kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Polri, TNI, perusahaan swasta, relawan, BPBD Damkar hingga masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas sektor dan keterlibatan warga menjadi kunci untuk menghadapi karhutla sekaligus meminimalkan dampak kebakaran dan asap terhadap kehidupan masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)