BORNEONEWS, Sampit - Krisis air bersih di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meluas ke 2 desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Warga Desa Bapanggang Raya dan Desa Bapeang kini mengandalkan bantuan suplai air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sementara ini hanya dua desa yang mengalami krisis air bersih yaitu Desa Bapanggang Raya dan Desa Bapeang," kata Camat Mentawa Baru Ketapang Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, Kamis, 3 September 2026.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Perumdam Tirta Mentaya telah menyalurkan air bersih secara rutin ke Desa Bapanggang Raya dan Desa Bapeang.
Dalam satu kali distribusi, dua tangki air bersih dikirimkan ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan sebanyak tiga kali dalam sepekan.
Selain pasokan rutin tersebut, Desa Bapeang kembali memperoleh tambahan bantuan air bersih sebanyak dua tangki dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya.
Irpansyah menyebut Desa Bapeang memiliki sekitar 122 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
Setiap KK mendapatkan alokasi sekitar 200 liter dari distribusi air yang tersedia. Bantuan tersebut sangat penting karena sumber air yang biasanya digunakan warga mengalami penurunan debit bahkan mengering.
Dalam kondisi normal, masyarakat Desa Bapeang memiliki sejumlah sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga memanfaatkan sumur gali, sumur bor hingga air sungai.
Namun, kondisi berubah ketika musim kemarau berlangsung. Sumur milik warga mulai mengering sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut membuat masyarakat bergantung pada bantuan air bersih selama kekeringan. (DEWI PATMALASARI/H)









