BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas mengeksekusi langkah penanganan usai resminya penetapan Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan yang berlaku selama 14 hari ke depan. Fokus utama saat ini tertuju pada pemadaman titik api serta penanganan krisis air bersih bagi warga terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi penanganan berbasis data riil.
“Kondisi Karhutla dan kekeringan harus ditangani secara serius, terpadu, dan berdasarkan data faktual di lapangan. Seluruh perangkat daerah dan unsur terkait harus memperkuat koordinasi serta mengutamakan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan,” tegasnya, Kamis, 3 September 2026.
Guna merespons 654 titik api yang tersebar di 11 kecamatan, BPBD Kabupaten Kapuas mulai mendirikan Posko Induk Crisis Center. Posko lapangan juga disiagakan di titik rawan seperti Kapuas Murung, Kapuas Barat, Desa Katunjung, hingga Tidore.
Di wilayah terparah yakni Kecamatan Mantangai yang menyumbang 403 titik api, operasi pemadaman darat dan patroli terpadu terus diperketat. Tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan dikerahkan untuk memantau serta memadamkan sebaran kebakaran lahan.
Di sektor pasokan air, Perumdam Kapuas masih menjalankan sistem giliran aliran akibat intrusi air laut yang memperburuk kualitas air Sungai Kapuas Murung. Rekayasa distribusi air baku terpaksa dilakukan karena tingkat keasinan sungai yang tinggi.
Sebagai solusi darurat, armada mobil tangki dikerahkan untuk menyuplai air bersih ke pemukiman yang tidak terjangkau saluran pipa. Petugas juga melakukan injeksi air langsung ke pipa utama guna menjaga tekanan dan ketersediaan pasokan.
Sektor kesehatan turut diantisipasi dengan mengaktifkan ruang-ruang penyedia oksigen di fasilitas kesehatan. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk menangani warga yang berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Langkah taktis lapangan ini ditargetkan mampu meminimalkan eskalasi Karhutla sekaligus memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat. (SABRIANOOR/H)









