PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belum juga mereda. Hingga 2 September 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 1.800 hektare.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Kobar kembali memperpanjang status tanggap darurat karhutla. Perpanjangan ini menjadi yang ketiga kalinya dan berlaku mulai 4 hingga 18 September 2026.

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah mengatakan keputusan tersebut diambil, untuk memastikan seluruh sumber daya penanganan karhutla tetap berada dalam kondisi siaga penuh.

“Perpanjangan status tanggap darurat ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumber daya penanganan karhutla tetap dalam kondisi siaga penuh,” kata Nurhidayah.

Kecamatan Kumai dan Kecamatan Arut Selatan menjadi dua wilayah dengan dampak kebakaran terluas. Hingga kini, tim gabungan masih menangani tujuh titik karhutla aktif.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama. 

Kondisi medan dan akses menuju sejumlah titik kebakaran menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Penanganan karhutla juga tidak hanya diarahkan pada pemadaman api. Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar turut mengantisipasi dampak ikutan akibat musim kemarau, termasuk potensi krisis ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Kobar telah mengusulkan bantuan helikopter water bombing kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Helikopter tersebut diharapkan dapat disiagakan di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Dengan dukungan pemadaman dari udara, titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat dapat ditangani lebih cepat.

“Pemkab juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengatasi kendala akses lokasi dan keterbatasan sumber air di beberapa titik kebakaran,” lanjut Nurhidayah.

Perpanjangan status tanggap darurat ini sekaligus menjadi langkah Pemkab Kobar, untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau masih berlangsung. (DANANG/H)