JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga perlindungan masyarakat dan penyelamatan satwa liar terdampak.

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Rabu, Menhut Raja Juli menyebut arahan Presiden tersebut diwujudkan melalui penguatan penanganan karhutla sekaligus langkah penyelamatan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan Barat.

"Pak Prabowo Subianto, secara personal beliau adalah pecinta satwa liar ya. Beberapa satwa liar yang dicintai itu gajah dan orangutan ya. Jadi beliau juga memerintahkan ya, kepada saya, untuk padamkan karhutlanya, segera mungkin," ujar Menhut.

Disampaikan usai mengunjungi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat pada hari ini, Menhut Raja Antoni mengatakan Presiden Prabowo merupakan sosok yang memiliki perhatian terhadap satwa liar, termasuk gajah dan orangutan.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo memerintahkan agar karhutla segera dipadamkan sekaligus memastikan dampaknya terhadap manusia dan satwa ditangani.

Selain pemadaman, Presiden Prabowo juga memberikan arahan terkait perlindungan masyarakat dari dampak karhutla serta penanganan terhadap satwa liar.

Untuk masyarakat, Menhut menyebut penggunaan masker dan kesiapan fasilitas kesehatan perlu dipastikan, sementara untuk satwa dilakukan langkah penyelamatan dan penyelamatan terhadap satwa yang terdampak.

Sementara untuk penanganan satwa termasuk orangutan kalimantan, dia memastikan Kemenhut bersama mitra memperkuat patroli dan sosialisasi kepada masyarakat.

Masyarakat yang menemukan orangutan keluar dari hutan atau masuk ke permukiman diminta segera menghubungi nomor call center agar dapat dilakukan penyelamatan oleh tim profesional.

Menhut menekankan proses pelepasliaran perlu dilakukan sesegera mungkin agar orangutan tidak terlalu lama berada di kandang dan tetap mempertahankan perilaku liarnya.

"Jadi secepat mungkin bisa kita lepasliarkan di tempat yang kita identifikasi aman ya. Ada beberapa sudah diidentifikasi beberapa tempat, namun juga harus diatur tidak semua berada di lokasi yang sama, terutama untuk jantan yang memang sangat teritorial ya," ujar Menhut.

ANTARA