PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 75 peserta dari tiga unit kerja PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) terlibat dalam pilot project pemilahan dan pemanfaatan sampah organik.

Peserta berasal dari PT Mitra Mendawai Sejati (MMS), Kalimantan Sawit Abadi (KSA), dan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS). Masing-masing unit mengikutsertakan 25 peserta.

Kegiatan tersebut menjadi tahap awal untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber. Peserta mendapatkan sosialisasi dari Tim Sustainability SSMS yang dikoordinasikan Amrin Fauzi Pratama Lubis.

Dalam sosialisasi, peserta dikenalkan pada perbedaan sampah organik dan anorganik serta pentingnya memisahkan kedua jenis sampah tersebut sebelum dibuang.

Ketua Komite Gender PKS Sulung, Maratus, menilai pengetahuan tersebut dapat diterapkan tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di lingkungan rumah.

“Selama ini mungkin kita melihat sisa sayuran dan buah sebagai sampah biasa. Setelah mengikuti sosialisasi, kami jadi tahu bahwa sampah organik masih bisa dipilah dan dimanfaatkan,” kata Maratus dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat memberikan perubahan jika dilakukan secara konsisten.

“Harapannya setelah ini kami tidak hanya menerapkannya di tempat kerja, tetapi juga di rumah,” ujarnya.

Selanjutnya, para peserta mempraktikkan pengolahan sisa buah dan sayuran yang telah dipilah menjadi ecoenzyme. (TESTI PRISCILLA/H)