BORNEONEWS, Kuala Kaluas- Kepala  Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kapuas Husaini mengeluhkan sejumlah keterbatasan yang dimiliki instansi yang dipimpinnya, mulai tak adanya CCTV sebagai alat pengawas, kurangnya personel di lembaga tersebut, hingga tak punyanya sebuah kendaraan dinas. Dengan kondisi seperti ini bisa saja mengakibatkan dampak negatif, seperti warga binaan yang rawan kabur.

"Dengan adanya moraterium pengangkatan pegawai baru sehinga kami tidak bisa menambah pegawai. Apa lagi sekarang ini jumlah warga binaan sudah melebihi kapasitas," tandas Husaini, Minggu (15/1/2017).

Kapasitas ideal di LP tersebut mestinya hanya 200 warga binaan. Namun faktanya dihuni oleh 379 warga binaan. Sehingga, setiap satu blok atau kamar dihuni oleh 10-15 orang, padahal mestinya paling banyak 10 orang saja.

Di sisi lain, jumlah sipir di Lapas idealnya delapan orang satu grup, namun saat ini setiap grup hanya diisi oleh lima orang yang dibagi dalam tiga shif, yakni pagi, siang, dan malam. "Satu grup untuk tiga shif kami bagi lima orang akibat kekurangan pegawai. Kalau dilihat dengan jumlah warga binaan tidak seimbang tapi kita harus menyiasati dengan jumlah pegawai yang ada," bebernya.

Parahnya lagi, dengan keterbatasan personel mestinya pihaknya perlu ada fasilitas penunjang seperti CCTV. Ini penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan dampak negatif yang akan terjadi akibat terus bertambah warga binaan. "Kami di sini juga tidak ada CCTV," imbuh dia.

"Memang usulan sudah disampaikan kepemeritah daerah namun seluruhnya belum terealisasi. Apa lagi mobil untuk Kepala rutan, biar mobil bekas sekalipun ibaratnya, akan kami terima, sebab kendaraan yang ada sudah tidak layak lagi," keluh dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-5)