BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menyiapkan pola pemeliharaan rutin untuk memastikan ribuan bibit yang ditanam dalam program reboisasi di Mendawai Seberang dapat tumbuh dengan baik.
Pada tahap awal, reboisasi dilakukan di areal seluas 10 hektare dengan sekitar 6.250 bibit. Penanaman menggunakan jarak 4 x 4 meter dengan populasi sekitar 625 pohon per hektare.
Direktur Sustainability PT SSMS Tbk Henky Satrio Wibowo mengatakan pemeliharaan merupakan bagian penting dalam program reboisasi. Penanaman tidak menjadi akhir dari kegiatan, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan kondisi tanaman.
“Reboisasi bukan hanya tentang menanam pohon. Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman ini bisa tumbuh, dipelihara, dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang,” ujar Henky kepada Borneonews pada Minggu, 13 September 2026.
Untuk lokasi Mendawai Seberang, pemeliharaan dilakukan oleh KTH HKm Tani Sejati sebagai mitra. Pemantauan kondisi tanaman direncanakan dilakukan dua hingga tiga kali dalam sepekan.
Apabila ditemukan tanaman yang mengalami gangguan, akan dilakukan penanganan dalam kegiatan pemeliharaan. Langkah tersebut dilakukan agar tanaman yang telah ditanam dapat terus dipertahankan.
Jenis tanaman yang ditanam terdiri dari tanaman kehutanan dan tanaman yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tanaman kehutanan meliputi jelutung, kulai rawa, aru, belangiran, ubar, pelawan dan meranti.
Sedangkan tanaman bernilai manfaat terdiri dari pinang, jengkol, durian dan karet. Komposisinya sekitar 80 persen tanaman kehutanan dan 20 persen tanaman yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Penanaman di Mendawai Seberang merupakan bagian dari rencana reboisasi seluas 1.984 hektare. Program di kawasan hutan produksi wilayah KPH Kotawaringin Barat dan DAS Kahayan tersebut direncanakan dilaksanakan bertahap selama 2026 hingga 2028. (TESTI PRISCILLA/H)









