PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya yang telah berlangsung sekitar tiga bulan membuat penanganan terus diperkuat. Pemerintah Kota Palangka Raya bersama unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan dengan melibatkan seluruh kekuatan yang tersedia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan status penanganan Karhutla dari siaga menuju tanggap dilakukan secara bertahap sejak Agustus 2026.

“Satgas dari siaga menjadi tanggap itu dimulai sejak Agustus dan dilakukan dalam tiga tahap,” kata Budi saat RDP dengan DPRD Palangka Raya, Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, peningkatan status tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menyesuaikan penanganan dengan perkembangan kondisi Karhutla di lapangan. Setiap tahapan membutuhkan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor.

Budi menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD. Seluruh unsur yang memiliki kemampuan dan kewenangan dalam penanggulangan bencana turut dilibatkan, termasuk relawan.

“Semua potensi kita libatkan, termasuk unsur-unsur terkait dan para relawan. Kita tidak bisa bekerja sendiri menghadapi kondisi seperti ini,” ujarnya.

Keterlibatan banyak unsur dinilai penting mengingat Karhutla telah berlangsung cukup lama dan kondisi lahan masih kering. Selain melakukan pemadaman, Satgas juga diarahkan memperkuat patroli, mitigasi, pencegahan serta respons cepat ketika ditemukan titik api.

Budi sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi Palangka Raya masih menghadapi ancaman Karhutla karena kemarau yang panjang. Ia juga menegaskan kebakaran tidak semata-mata dipicu faktor alam, tetapi terdapat faktor manusia yang perlu menjadi perhatian.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan sangat kering. Pencegahan dinilai menjadi bagian penting untuk mengurangi beban penanganan Satgas di lapangan.

Budi berharap sinergi pemerintah, aparat, relawan dan masyarakat terus dipertahankan hingga kondisi cuaca membaik. Dengan keterlibatan seluruh unsur, penanganan Karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah api meluas ke wilayah permukiman. (MARINI/H)