BORNEONEWS, Palangka Raya — Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara berkelanjutan.
Hingga per 15 September 2026, luas area yang telah ditangani atau berhasil dipadamkan petugas mencapai sekitar 112,43 hektare. Pemantauan, penanganan, dan pemadaman titik api terus dilaksanakan di sejumlah lokasi yang terdeteksi adanya kebakaran.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan komitmen petugas di lapangan yang tak henti-henti berjuang menahan laju api.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penanganan di lapangan belum cukup jika tidak diimbangi dengan kesadaran pencegahan dari seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Gubernur Agustiar Sabran, Kamis, 17 September 2026.
Ia menegaskan bahwa kerja keras Satgas Karhutla di lapangan membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat agar beban pemadaman semakin ringan.
Gubernur mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Kebiasaan membuka lahan dengan membakar dinilai masih menjadi penyebab utama yang memicu titik-titik api yang berkembang menjadi kebakaran besar, terutama saat kondisi cuaca sedang kering.
Ia juga meminta warga untuk berperan aktif dengan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda asap maupun titik api di lingkungan sekitar.
Semakin cepat diketahui dan dilaporkan, semakin mudah api dipadamkan sebelum meluas.
“Mari bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Keselamatan kita dan masa depan Kalimantan Tengah ada di tangan kita bersama,” pungkasnya. (PATHUR/H)









