BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kapuas kembali mencetak rekor baru. Hanya berselang dua hari setelah mencatat angka tertinggi 722, ISPU di Selat Hulu, Kecamatan Selat, melonjak menjadi 2.577 pada Kamis, 17 September 2026 pukul 10.00.
Angka terbaru tersebut tercatat lebih dari 3,5 kali lipat dibanding rekor sebelumnya yang mencapai 722 pada Selasa, 15 September 2026. Dengan demikian, rekor kualitas udara terburuk selama musim kemarau 2026 kembali pecah dalam waktu hanya dua hari.
Berdasarkan data pada laman pemantauan ISPU, PM10 menjadi parameter pencemar tertinggi dengan angka 2.577, sedangkan PM2,5 mencapai 982. Angka tersebut menunjukkan konsentrasi partikulat di udara berada pada tingkat yang sangat tinggi.
Kondisi ini menempatkan kualitas udara Kapuas dalam kategori Berbahaya, tingkat tertinggi pada indeks tersebut. Keterangan dalam pemantauan menyebut kualitas udara pada kategori ini dapat merugikan kesehatan secara serius pada populasi dan membutuhkan penanganan cepat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, membenarkan bahwa ISPU 722 pada 15 September merupakan catatan tertinggi selama periode kemarau tahun ini. Rekor itu kini kembali terlampaui dengan lonjakan yang sangat signifikan.
Memburuknya kualitas udara tersebut terjadi ketika karhutla masih dilaporkan di sejumlah wilayah Kapuas. Tingginya PM10 dan PM2,5 menjadi indikator utama kondisi udara yang tercemar partikulat, terutama akibat paparan asap.
"Kelompok sensitif diminta tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas," ungkap Kadis LHK Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan.
Sementara itu, setiap orang diminta menghindari seluruh aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar. (SABRIANOOR/H)









